Rabu, 09 Agustus 2017

lirik Miss You by SM Ballad

규현) 그를 잊지 못해서 아파하나요 그대가 있을 자리가 여긴 아닌가요
제이) 나를 위한 거라면 참을 필요 없죠 언젠간 끝나버릴테니
종현) 내 사랑이 제자리로 오지 못하고 흘린 눈물 만큼 멀리 가네요
지노) 나는 잊어야 하죠 그대 너무 그리워 나를 아프게 할지는 몰라도 잊어요
종현) 바보 같은 나란 걸 그댄 아나요 가슴이 찢어지는데 웃음만 나오죠
지노) 언제까지라도 난 기다려 내 눈물 감추며 내게 돌아오긴 하는 건가요
규현) 내 사랑이 제자리로 오지 못하고 흘린 눈물만큼 멀리 가네요
제이) 나는 잊어야 하죠 그대 너무 그리워 나를 아프게 할지는 몰라도 잊어요
지노) 잊어야 하는 건 지워야 하는 건
종현) 내겐 너무나 어려운 일이죠
규현) 내 사랑이 제자리로 오지 못하고 흘린 눈물만큼 멀리 가네요
종현) 나는 잊어야 하죠 그대 너무 그리워 나를 아프게 할지는 몰라도 잊어요 (지노) 잊어요)
규현) 내 마음이 제자리로 오질 않아요 (지노) 오질 않아요)
미친 듯이 계속 눈물만 나죠 (지노) Yeah~ 종현) Ooh~)
제이) 나는 안되나 봐요 (규현) 안되나 봐요)
종현) 그댈 잊는다는 건 (지노) 잊는다는 건)
규현) 그냥 죽고 싶어도 그대의 사랑 놓을 수 없어
지노) 나 살고 있죠
cr : Gaia @ sj-world.net & 샤이니갤러리

10 September 2017

ijinkan aku berkata aku tidak baik-baik saja, boleh?
bahkan disaat seperti ini aku masih harus menyembanyikan semua dibalik senyum
ya ! kau benar. bersembunyilah kau dibalik senyum dan tawa hingga kau sendiri lupa kemana jalan keluar untuk kesedihan.
10 September 2017
akan kah hari itu benar datang?
hari kau benar akan meninggalkan aku sendiri
hari yang selama ini membuat mu bingung dan sedih
hari dimana akhirnya kau lega dan telah benar-benar menentukan mana yang kau pilih

akupun sadar betapa kau sedih dan berat
tapi, apa kau juga sadar betapa aku belum siap dengan semua?
bukan aku tak kuat berhadapan dengan masalah
aku belum siap. sungguh sangat belum
bisakah kau mengerti?

bahkan kau akan pergi sebelum hari ku datang
haruskan kukatakan bahwa aku ingin kau menjadi salah satu orang yang hadir dalam hari besar ku?
harus kah aku memaksa mu untuk tinggal ketika kau sudah bersusah payah menegakan kepala, berdiri tegak dan menahan air mata demi sebuah keputusan ini?
haruskah aku menjilat omongan ku sendiri tentang keluarga yang lebih penting dari apapun?
tapi, aku sungguh belum mampu, aku masih butuh kau Bu...

Hay !

hay !
selama ini apa kau baik-baik saja?
bagaimana dengan kehidupan mu?
tampak begitu lancar dari sini
kemana saja kau selama ini?
kau pindah pindah seperti burung yang selalu berimigrasi
aku bahkan tak bisa sedikit saja mengendus keberadaan mu

Jay !
bukan, Jar !
sebanyak apapun orang memanggilmu dengan nama vijay, aku akan tetap memanggil mu dengan panggilan anjar, dengan begitu, aku tak perlu repot-repot memperkenalkan diri ku lagi dikemudian hari.
entah sudah berapa lama kita tak pernah lagi bertegur sapa
bahkan rindu pun tak bisa mewakili rasa yang hampir tiada
hingga akhirnya dia datang kembali membawa semua kenangan lama

kau yang selalu riang bahkan ketika ibu mu memarahi
kau yang selalu memakai topi bahkan ketika makan
kau yang tak pernah tak menjahili orang sekitar
mencap mu sebagai anak nakal, sungguh diluar sepengetahuan mereka akan kau yang sebenarnya

hay mie goreng dengan kecap !
mana sisa saus yang dulu sering kau berikan pada ku?
atau kini kau telah menyukai saus sama seperti ku, makanya kau tidak menyisakan sedikit saja dari saus mu itu.
atau mungkin kau telah menemukan orang lain yang rela memakan sisa saus mu?
sesekali kau pun harus belajar bagaimana rasanya makan mie dengan saus, karena hidup tak selalu semanis kecap mu.


Muak

Senja kini menjadi saksi betapa aku kembali menjadi bodoh.

Ya Rabb....
aku muak dengan semua keadaan dan situasi yang membuat ku harus selalu berada diantara mereka yang munafik untuk berterus terang.
apa gunanya aku dalam kehidupan mereka?
apa yang sudah kulakukan dimasa lalu sampai aku harus selalu dihadapkan dengan masalah yang sama.
tak pelak aku selalu menjadi penengah dan yang merasa tersakiti sendiri.

aku tak bilang mereka orang jahat.
aku yang terlalu banyak berharap untuk dekat dengan banyak orang tanpa terlibat apapun masalah mereka
bukan aku egois, tapi percintaan mereka adalah kehidupan mereka,
untuk apa aku harus tau, mengerti, memahami, dan memberikan solusi ketika aku saja tidak tahu apa yang harus ku lakukan pada diri ku sendiri?

selalu menjadi kambing hitam dari semua masalah mereka,
lantas tak bisa kah Kau mendatangkan dia yang memang benar-benar namanya telah tertulis hanya untuk ku,
tak cukup kan Kau menguji ku selama ini?
ku mohon, aku tak menunggu 24 tahun hanya untuk dipermainkan terus menerus.
aku tak memiliki banyak waktu lagi untuk menjadi orang bodoh yang dimanfaatkan,
aku muak.

Selasa, 18 April 2017

TUTUP

belum genap 2 bulan aku bekerja ditempat itu
masih banyak hal yang harus aku ketahui,
banyak hal yang masih harus aku sesuaikan
banyak orang yang masih harus ku kenal.

sedang, dia...
tidak butuh waktu lama untuk mengenalnya
hanya beberapa hari, lalu aku luluh dengan semua kasihnya
tidak butuh pemikiran yang panjang utnuk aku tau seperti apa dia sebenarnya
sebagai seorang ibu dari dua orang anak, dia sangat lihai menarik perhatian ku

penuh dedikasi, istri yang patuh dan seorang ibu yang sangat memikirkan anaknya
lalu, alasan apa lagi yang kubutuhkan untuk tidak menyukai dia
seperti tanpa selah aku mencoba mendekatinya
sedikit demi sedikit, lalu tumbuh lah rasa sayang dan ingin memiliki dia seutuhnya
memiliki dia sebagai penganti ibuku yang jauh disana

sampai akhirnya dia berkata untuk meninggalkan ku dalam waktu dekat
aku yang baru saja mulai akrab, haruskah menjauh kembali dari orang dekat
baru saja aku berpikir untuk memulai, dia berkata untuk mengakhiri semuanya

tak mudah bagi ku untuk membuka hati
sulit rasanya menaruh kepercayaan pada orang lagi
sedang dia, tak mau tahu menahu apa yang ada didalam sini.

apa yang aku punya sebagai orang baru?
umur jagung pun lebih tua dari pengalaman ku
selain rasa kecewa, tiada hal besar yang aku miliki

semua teman ku tau itu
kenapa aku selalu ingin terlihat tegar dan kuat didepan.
terkesan nakal dan angkuh dimata orang.
selalu berbuat sesuka hati tanpa memikirkan pendapat yang lain.

karena aku sudah lebih dulu diperlakukan tidak adil dan tidak nyaman.
karena mereka (para orang tua yang bercerai), dengan mudahnya memilih berpisah tanpa memperdulikan perasaan ku.
karena sejak awal pendapat ku hanyalah bualan semata.

dulu, aku terlalu muda untuk berkomentar banyak, terlalu polos untuk mengerti masalah rumah tangga, terlalu sederhana untuk memikirkan hal rumit.
tapi, aku jugalah yang seharusnya mereka pertimbangkan, bukan?.
aku diam, bukan selalu karena setuju. tapi terlalu sering tidak ditanya, dan tidak diberi pilihan.
aku sok tegar, bukan berarti aku bisa menerima kenyataan. itu karena aku tidak ingin dikasihani orang lain, melainkan mereka yang aku kasihi.

dan hanya karena ini, lalu timbul lagi sebuah perkara besar.
dia yang sudah lebih dari 10 tahun ku kenal, kini pun ingin pergi juga dari kehidupan ku
dengan alasan aku yang mengabaikan dan tidak pernah mengganggap dia
dengan cap muna yang ditempel tebal di wajah ku

aku tau semua orang punya masalahnya sendiri
semua punya kehidupannya sendiri
tapi kau lupa, bahwa aku lebih punya trauma ku sendiri
ketimbang kau yang mungkin kehidupannya jauh lebih indah dilihat dari pada punya ku
dan kini, tanpa berbasa basi kau ingin pergi juga,

Ya Rabb, lantas siapa yang aku punya?
haruskah semua terluang terus menerus seperti ini?
kau ambil mereka saru persastu dengan cara yang berbeda
meninggalkan dan membuat aku seperti orang yang menyebabkan kepergian mereka
setelah semua kepercayaan dan ketulusan, lantas apa yang sekarang aku punya?

belum cukupkah ibu yang berselingkuh dibelakang ku?
yang menikah dan memiliki anak lain
atau ayah yang hanya memikirkan pekerjaannya
atau adik yang sibuk dengan pacarnya
atau orang yang sudah kuanggap keluarga, yang meninggalkan ku karena suruhan suaminya
lalu atasan ku yang harus juga resign dari pekerjaannya
dan sekarang teman yang seudah lebih dari 10 tahun pun harus pergi juga

lalu, untuk apa aku bertemu jika akhirnya berpisah?
untuk apa kau sambung sesuatu yang yang ujungnya terbelah dua
aku tak memiliki apapun selain rasa kecewa
hancur semua
runtuh
luluh lantah
habis tak bersisa

jika memang semua akan berakhir sama
tak akan pernah lagi aku mencoba untuk memulainya
sedikit pun, takan lagi aku buka pintu ini
tertutup rapat semuanya
takan kubiarkan celah
setitik pun takan kubiarkan sesuatu masuk lagi kedalamnya.

Minggu, 31 Juli 2016

baju panjang, rok dan kerudung yang menjuntai

Didepan lemari dengan setumpuk pakaian kusut yang berserakan depan mata, tiba-tiba aku menemukan baju yang dulu pernah kau berikan padaku. aku mulai meraihnya, memegangnya dengan kedua tangan ku. 
aku masih ingat semua kenangan dari semua pakaian itu, mulai dari baju, rok hingga kerudung panjang yang jika ku kenakan akan menjuntai sampai pinggang. semua barang yang dari dulu tak pernah ingin ku kenakan.
baju panjang? panas ! rok? susah jalan ! kerudung panjang? nanti dikira ibu-ibu !
selalu saja berpikiran begitu. namun, satu persatu tanpa sengaja kau berikan semua itu pada ku. meskipun sampai saat ini aku belum mengenakannya setiap hari. namun, didepan orang yang berpakaian seperti mu, aku mulai merasa malu. terlebih aku mulai merasa nyaman dengan pakaian seperti itu.
sejenak aku terdiam, sudah berapa lama sejak terakhir aku mengenakan semua itu? dan kembalilah aku pada masa ketika kau kembali memaksa ku mengenakan rok.
waktu itu, aku basah kuyup, semua pakaian ku basah hingga kedalam. namun, karena hubungan kami kurang baik, aku hanya mampu naik kesebuah tempat kecil yang biasa dipakai sholat, karena disana adalah satu-satunya ruangan yang tidak ber-AC (hangat).
aku tidak berani menunjukan diriku yang lusuh, kedinginan, tak lama teman ku datang, tanpa mengtahui aku yang sedang kebasahan (efek warna gelap pada baju). lantas, tak lama dia kembali meninggalkan ku.
aku masih dipojokan ruangan sendiri dengan baju yang mulai kering namun, masih lembab dibadan sampai akhirnya kau datang dan memaksa ku mengganti semua pakaian yang kukenakan dengan miliknya. ya, apalagi jika bukan pakaian panjang, rok lengkap dengan krudung yang menjuntai.
sontak aku menolak, mengingat hubungan kami yang masih jauh dari kata jelas.
aku memilih untuk tetap dalam keadaan basah ketimbang harus menerima kepeduliannya. namun, semakin aku menolak, sekeras itu pun dia memaksa. ya, begitulah dia jika sudah memikirkan yang lainnya. entah seberapa sulit hal itu, dia akan tetap berusaha utnuk melakukan yang terbaik untuk orang lain.
tanpa sadar kini baju itu pun telah basah, kenangan dari baju itu yang memaksa ku membasahinya yang sejak tadi kupegang. baju panjang, rok dan kerudung yang menjuntai. 

NGOMONG DONG !

"kamu tidak akan pernah mengetahui apa yang sesungguhnya telah aku lalui hingga sampai disini, karena kamu tidak pernah benar-benar berada pada posisi ku".
kira-kira seperti itulah status yang pernah teman ku buat.
entah kenapa, rasanya kata-kata itu sangat cocok dengan situasi kami saat ini.

mungkin kita kenal, dekat, mengetahui cerita satu sama lain. bercanda, berbagi, berduka, dan melakukan banyak hal bersama. tapi, apa yang kau tau dan apa yang kau pahami, hanya sebatas ketika kita bersama dan tak lebih dari seperti kalian menonton drama korea secara marathon.
mungkin kalian akan merasakan kesenanga, kesedihan, kekecewaan, amarah dan semua yang ada dalam drama. tapi, sampai kapan pun kalian hanya penonton, seperti anak yang sedang diceritakan dongeng, kalian hanya mendengar mengetahui cerita. kalian tidak pernah benar-benar menjadi lakon dalam drama tersebut. mungkin, sekedar mengkhayal, berimajinasi jikalau kalian menjadi mereka (lakon).
karena itu, jangan pernah bertindak seolah kalian tau semua dan apa yang terbaik bagi orang lain. sekalipun kalian mengenalnya dengan baik, melakukan tindakan dengan niat baik, dan untuk masa depan yang lebih baik (menurut kalian).
karena, tidak semua yang kalian pikirkan tentang orang itu, apa yang kalian berikan, apa yang kalian lakukan dan semua niatan baik kalian akan terasa dampaknya menjadi lebih baik. bisa saja, justru hal itu lah yang menambah masalah atau beban bagi orang lain.
solusinya? 
manusia dilahirkan dengan sejumlah kemampuan komunikasi.
bagi yang sempurna, punya mata, mulut, hidung, telinga dan semua organ berfungsi dengan baik, komunikasi akan lebih mudah. bahkan yang berkekurangan pun, masih memungkinkan untuk bisa berkomunikasi. yang tuna rungu, tuna wicara dll. sehingga apa yang kita mau kita utarakan, maksud dari semua tindakan bisa dipahami dengan mudah oleh orang lain.
jika memenag memiliki maksud baik, bukannya lebih mudah jika di utarakan dengan baik-baik. sehingga apapun nanti keputusannya, ataupun hal yang akan terjadi setelahnya telah melalui kesepakatan bersama antara satu dengan yang lain. hal ini mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan nantinya di kemudian hari.
bisa saja, makanan yang kau berikan kepada orang lain akan menjadi dampak buruk baginya. ketika ada teman mu yang kelaparan, kau berniatan baik untuk memberi bakwan udang, agar nantinya dia tidak terlalu kelaparan. akhirnya kau berikan dia makanan tersebut, untuk memudahkan dalam memakannya, udangnya kau kupasi (samar/tidak terlihat), setelah teman mu memakannya, dia benar merasa kenyang, tapi, tidak lama kemudian dia gatal-gatal kulitnya badannya memerah karena ternyata dia memiliki riwayat alergi udang. pada akhirnya niat mu untuk membuat dia jadi lebih baik, justru membuat dia malah harus kesakitan karena alerginya.
dari hal diatas, kita tau bahwa si pemberi memiliki niatan yang baik, melakukan hal yang baik, dan untuk kebaikan. tapi dampaknya? apa sebaik apa yang diawal dia pikirkan?
sama hal nya denga sebuah hubungan, jangan semena-mena bertindak dengan bertujuan untuk membuat situasi orang lain lebih baik. sekalipun kau berpikir itu akan menjadi yang terbaik, terlebih dengan mengorbankan diri sendiri. 
kamu memberi orang lain makan disaat diri kamu sedang kelaparan.
coba pikirkan apa yang ada dibenak orang yang diberi makan ketika sebenarnya dia tau bahwa kamu dengan sengaja memberinya makan, disaat kamu sendiri sedang sangat membutuhkan makan.
kita tidak pernah tau apa yang orang lain pikirkan untuk kita. bisa saja dia berpikir kamu baik, mendahulukan orang lain daripada diri sendiri. memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, suka memberi dll. tapi, jika orang itu salah paham dan memiliki pikiran seperti, kau sengaja melakukan itu untuk pencitraan atau mungkin makanannya telah kau beri sianida sebelumnya. tidak ada satu pun orang yang mampu menghentikan pikiran orang lain terhadap orang yang lainnya.
karena itu, jelaskan apa yang sebenarnya maksud dan tujuan dibalik niatan, jika memang hal itu baik dan dapat di terima, bukankah akan lebih mudah kedepannya. ^^

kalender enna


jam kuu

Cuteki kawaii

Blogger news

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

my dotta