Minggu, 16 November 2014

Etika Profesi tugas 3

1.      Apa yang dimaksud dengan Whistle Blowing? Jelaskan !
Whistle blowing, hal ini merupakan isu yang penting dan dapat berdampak buruk kepada individu tersebut maupun organisasi yang dikaporkan ( Vinten,1994 ). Menururt Vardi dan Wiener ( 1996 ) tindakan ini termasuk tindakan menyimpang karena menyalahi aturan pekerjaan dalam perusahaan yang harus dipatuhi oleh semua pekerja. Sedangkan menururt Moberg (1997) tindakan ini dikategorikan sebagai pengkhianatan terhadap perusahaa
Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau masyarakat luas. Yang menjadi persoalan adalah bahwa whistle blowing sering disamakan begitu saja dengan membuka rahasia perusahaan, padahal kedua hal tersebut tidak sama. Rahasia perusahaan adalah sesuatu yang konfidensial dan memang harus dirahasiakan, serta pada umumnya ridak menyangkut egek yang merugikan apapun bagi pihak lain. Entah itu masyarakat atau perusahaan lain. Whistle blowing umumnya menyangkut kecurangan tertentu yang merugikan baik perusahaan sendiri maupun pihak lain dan yang kalau dibongkar memang akan mempunyai dampak yang merugikan perusahaan, paling tidak merusak nama baik perusahaan tersebut.
Whistle blowing dibagi menjadi dua, yaitu whistle blowing internal dan whistle blowing eksternal. Whistle blowing internal ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan karyawan kemudian melaporkan kecurangan tersebut kepada atasannya. Whistle blowing eksternal terjadi ketika seorang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan lalu membocorkan kepada masyarakat karena kecurangan itu akan merugikan masyarakat.

Contoh:
a.       Whistle Blowing adalah tindakan seorang karyawan membocorkan penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan dengan membuang susu dalam jumlah besar demi mempertahankan stabilitas harga susu
b.      Manipulasi dibagian produksi yang mengurangi biaya produksi atau membuat konsumen ketagihan dan pada akhirnya mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan
c.       Laporan mengenai manipulasi atas neraca perusahaan hanya untuk bisa go public. Laporan kecurangan-kecurangan ini bukan pembocoran rahasia.

2.      Sebutkan alas an terjadinya whistle blowing
Dalam perusahaan whistle blowing disebut perilaku menyimpang tipe O jika termotivasi oleh identifikasi perasaan yang kuat terhadap nilai dan misi yang dimiliki perusahaan dengan kepedulian terhadap kesuksesan perusahaan itu sendiri, sedangkan tindakan whistle blowing yang termotivasi atas “pembalasan dendam” dikategorikan sebagai perilaku menyimpang tipe D karena ada usaha untuk menyebabkan suatu bahaya. Perilaku whistle blowing berkembang atas beberapa alas an.
Pertama, pergerakan dalam perekonomian yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pendidikan, keahlian, dan kepedulian social dari para pekerja.
Kedua, keadaan ekonomi sekarang telah memberi informasi dan kemudahan berpublikasi menuntun whistle blowing sebagai fenomena yang tidak bisa dicegah atas pergeseran perekonomian ini (Rothschild & Miethe, 1999 ). Perilaku Whistle blowing dapat terjadi sebagai akibat dari penanaman nilai yang terdapat dalam budaya organisasi tersebut.
           
Dengan begitu dapat disimpulkan, bahwa pengaruh social budaya organisasi merupakan pengaruh yang kuat terhadap terjadinya Whistle blowing. Tidaklah mudak untuk memastikan terjadinya whistle blowing menurut Rothschild dan Miethe dengan menggunakan sample pekeja dewasa di IS, ditemukan bahwa 37% dari mereka menemukan tindakan menyimpang didalam lingkungan kerja mereka dan 62% dari porsi ini melakukan tindakan whistle blowing. Namun, hanya 16% yang melaporkan ke pihak eksternal, sisanya hanya melapor kepada pihak internal yang memiliki kuasa lebih tinggi.

3.      Apa yang dimaksud dengan Creative Accounting? Jelaskan !
Creatice accounting adalah semua proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi ( termasuk didalamnya standar, teknik dll). Dan menggunakanya untuk memanipulasi pelaporan keuangan ( Amat, Blake, dan Dowd, 1999 ). Pihak-pihak yang terlobat didalam proses creative accounting seperti manager, akuntan pemerintah , asosiasi industry, dll. Creative accounting merupakan bagian dari akuntansi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari skandal akuntansi. Motivasi dan perilaku manusialan yang membuat creative accounting jadi illegal atau legal, etis atau tidak etis atau baik atau buruk.
Creative accounting diterapkan oleh perusahaan karena beberapa kondisi, seperti bervariasinya prinsp akuntansi dalan rangka menerapkan prinsisp akuntansi yang agresif. Dalam rangka earning management, pelaporan keuangan benar-benar menyimpang ( outright fraudulent financial reporting).
Creative accounting meliputi proses transformasi account dalam laporan keuangan dengan menggunakan alternative polihan metode akuntansi dari berbagai macam alternative kebijakan. Proses ini dilakukan secara estimasi, artificial dan prediksi melalui rekayasa, manipulasi dan implementasi pelaksanaan yang diijinkan oleh aturan akuntansi (Arrozi, 2008). Proses transformasi memberikan keleluasaan kepada pihak manajement dalam memilih kebijakan akuntansi yang dilakukan dengan melihat suatu celah dalam aturan akuntansi sebagai suatu kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk dipilih sebagai alternative yang diambil sebagai suatu kebijakan mekanisme penyusunan dan pelaporan keuangan
Creative accounting timbul karena tekanan bahwa perusahaan harus berada dalam posisi laba untuk menarik investor dan kreditor maupun sumber daya. Karena tekanan tersebut manajemen membuat suatu tindakan yang mengarah pada perilaku opourtunitis yaitu tindakan untuk mempercantik laporan keuangan. Motifnya, untuk memaksimalkan utilitas melalui pengalokasian sumber daya untul memunculkan peluang melakukan treatmen, artificial, perekayasaan dan manipulasi pada prosedur akuntansi penilaian accounts, pengukuran account, pengukuran account serta penyajian account dalam pelaporan keuangan.
Salah satu unsur attitude yang terkait dengan creative accounting adalah komitmen, artinya terdapat dorongan dari akuntan untuk berbuat sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan manajemen sesuai dengan tujuan manajement. Bentuk komitmen akuntan adalah bagaimana usaha akuntan kepada manajemen untuk mencapai laba yang diinginkan sehingga stakeholder akan merasa satisfaction dan expectancy mereka terpenuhi.

4.      Apa yang dimaksud dengan fraud accounting?
Dalam akuntansi dikenal jenis kesalahan yaitu kekeliruan (error) dan kecurangan (fraud). Kedua jenis kesalahan ini dapat bersifat material dan non material. Perbedaan antara kedua jenis kesalahan ini hanya dibedakan oleh jurang yang sangat tipis, yaitu ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Untuk itu dibutuhkan keahlian professional untuk bisa membedakan antara kedua jenis kesalahan tersebut. Standarpun mengenali bahwa sering kali mendeteks kecurangan lebih sulit dibandingkan dengan kekeliruan karena pihak manajemen atau karyawan akan berusaha menyembunyikan kecurangan tersebut.
Fraud merupakan suatu perbuatan melawan hokum yang dilakukan oleh pihak didalam maupun luar organisasi dengan maksud untuk mendpatkan keuntungan pribadi atau kelompok yang secara langsung merugikan orang lain. Secara umum fraud terdiri dari dua golongan, yaitu penggelapan aktiva ( Misapporopriation ) dan kecurangan keuangan ( fraudulent financial reporting). Dalam tulisan ini akan dibahas khusus mengenai kecurangan dalam laporan keuangan ( financial statement fraud).
Kecurangan laporan keuangan sering terjadi juga dikenal dengan istilah kecurangan manajemen. Hal ini desebabkan karena secara umum kecurangan ini dilakukan oleh pihak manajemen, kadang kala tanpa sepengetahuan para karyawan. Manajemen berada pada posisi yang dapat membuat keputusan akuntansi dan pelaporan tanpa sepengetahuan para karyawan. Seangkan menurut Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) kecurangan laporan keuangan merupakan salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk mengelabui pemakai laporan keuangan.
Kecurangan dalam laporan keuangan dapat meliputi tindakan sebagai berikut :
a.       Manipulasi, pemalsuan atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya yang menjadi sumber data bagi penyajian laporan keuangan
b.      Representasi yang salah dalam atau penghilangan dari laporan keuangan peristiwa, transaksi, atau informasi signifikan
c.       Salah penerapan secara sengaja prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian atau pengungkapan.
d.      Adapun klasifikasi tindakan yang meliputi kecurangan laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.      Sengaja distorsi laporan keuangan sebagai alat untuk bertindak curang dengan mengecoh pemakai atau kelompoknya tentang hasil usaha perusahaan. Dalam hal ini yang menerima keuntungan langsung adalah pihak perusahaan atau pelaku kecurangan. Adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah :
a.       Mendapatkan kredit, modal jangka panjang, atau tambahan modal investasi berdasarkan informasi keuangan yang di distorsi atau dihapus.
b.      Menyembunyikan kinerja tidak baik dari perusahaan
c.       Menghapus hutang pajak
d.      Memanipulasi harga saham
e.       Menyembunyikan kinerja tidak baik oleh manajemen
2.      Sengaja distorsi laporan kengan untuk penyamaran tindakan kecurangan, dalam hal ini yang diuntungkan tetap pihak perusahaan atau pelaku kecurangan, adapun tujuan khusus dari tindakan ini adalah :
a.       Menyembunykan penjualan fiktif atau harta milik dipalsukan
b.      Menyembunyikan pembayaran yang tidak benar
c.       Menyembunyikan tindakan penyelewengan dana atau harta
5.      Worldcom
Worldcom mengungkapkan profit sebesar USD 1,4 juta pada tahun 2001 dan bukan mencatat adalanya kerugian. Hal ini terjadi karena worldcom telah menerapkan trik lama yaitu dengan mengkapitalisasikan biaya secara tidak benar.
Langkah-langkah yang dilakukan worldcom dalam menyamarkan biayanya yaitu :
a.       Perusahaan mengeluarkan sejumlah biaya yang didalamnya termasuk biaya gaji dan upah pekerja
b.      Biaya-biaya tersebut tidak dimasukan dalam income statement seperti yang seharusnya. Dengan begitu net income worldcom menjadi lebih besar
c.       Biaya – biaya tersebut dimasukan dalam komponen balance sheet sebagai asset ( dikapitalisasi ). Perusahaan ini hanya melakukan hal tersebut saat membeli perlatan yang dugunakan dalam periode yang lama. Worldcom kemudian mendepresiasikan biayanya yang telah dimasukan dalam komponen balance sheet yang berarti mengurangi net income selama periode waktu. Dalam income statement tersebut hanya sebagian kecil biaya yang dimasukan, sehingga cash flow, profit margin dan net income telah dimanipulasi. Padahal inilah yang menajdi tolak ukur untuk menilai saham perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa accounting rules memiliki grey area yang bisa dimanfaatkan oelh perusahaan yang tidak jujur. Itulah sampai saat ini masih ada pertentangan antara penggunaan rules based atau principal based.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalender enna


jam kuu

Cuteki kawaii

Blogger news

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

my dotta