Selasa, 26 Desember 2017

ada tapi tidak ada

jika diingat, mungkin benar apa yang telah dia katakan
bahwasanya hal ini tidak pernah benar-benar pergi
tetap tinggal meski tak terlihat
ada dan selalu menunggu waktunya
waktu untuk kembali merenggut apa yang sudah ku usahakan dengan susah payah

mungkin karena aku terlalu lemah dan terus jatuh kelubang yang sama
sedang dia konsisten terhadap keinginanya untuk mengambil alih semua
mungkin juga karena sebenarnya aku sudah pada tahap ingin menyerah
sedang dia terus bertambah kuat untuk melanjutkan hidup menjadi hal yang lainnya

sudah beberapa kali sejak saat itu, dan aku hanya mampu terdiam
ketika semua sudah terjadi, ketika dia kembali tanpa aku sadari
ketika semua hal yang ingin kutinggalkan malah semakin menjadi-jadi
senyuman tipis dengan raut sinis terpancar meski aku sedang meringis.


Hanya Sementara, Aku janji.

Maaf karena sudah lama tak bersua
Maaf karena tidak bisa mengungkapkan alasan dibalik semua
Maaf karena aku mengambil keputusan hanya untuk diriku sendiri
Maaf karena mungkin aku tidak bisa bersikap biasa

bukan setahun dua tahun dan bukan satu atau dua permasalahan yang kita tau satu sama lain
aku bahkan pernah berkata bahkan kamu adalah aku bagian dari hidup yang tidak terpisahkan
kamu adalah orang yang tuhan hadirkan untuk memecut semangat akan kehidupan yang lama aku acuhkan
kamu adalah keluarga yang entah darimana silsilahnya, tapi memang sampai sebegitunya aku menilai hubungan kita.

sulit, lelah, terpuruk, bahkan depresi pernah sama-sama kita lalui,
tak sedikit air mata ku yang tumpah dibahu mu dan tak jarang kamu melakukan hal yang sama kepada ku.
berawal dari latar belakang yang sama, kebiasaan, pekerjaan, lingkungan, praktis semua hal itu menjadikan kita dekat bukan hanya untuk senang-senang tapi juga kepiluan.

Dan kali ini, lebih sulit untuk ku mengungkapkan apa yang selama ini ada dibenak.
terlalu sulit jika harus dibicarakan langsung
mungkin aku terlalu pengecut untuk tidak berani mengatakannya langsung.
tapi, dibalik itu semua, aku lebih tidak ingin membuat hubungan ini kian jauh dan berujung pada perpisahan. Aku juga ingin mencoba untuk lebih mengerti akan keputusan yang telah kau ambil. terlebih, aku tak sampai hati jika kata-kata ku nanti hanya akan membuat mu sakit hati.

Hi, Old Friend
kau telah mengenal ku dalam banyak hal bukan?
meski tidak semua atau tidak terperinci. tapi setidaknya kau tau apa hal yang paling mampu membuat ku kecewa dan merasa terkhianati.
bukan hanya aku, banyak diluar sana yang mungkin jauh lebih merasa terpuruk ketimbang aku yang masih bisa hidup dengan baik-baik saja.
tapi, ingatkah apa yang paling membuat ku takut menjalani sebuah hubungan? apa alasan dibalik aku tidak ingin terlalu dekkat dengan seseorang? dan kenapa sampai saat ini aku masih enggan untuk menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis.

aku yakin, kau pasti sangat mengetahui hal itu.
karena kamu dan aku sama-sama pernah berada diposisi yang sama.
dikecewanan, bahkan ditinggal dengan orang yang kiranya tidak akan pernah mungkin menjadi bekas dalam kehidupan kita.
diacuhkan, bahkan dibuang hingga terkesan tidak dianggap lagi.
masih ingat kan? kenapa sampai saat ini aku sulit menerima sebuah kebohongan dalam sebuah hubungan, tidak bisa menganggap enteng tentang sebuah kasus perselingkuhan.
kau pasti ingat bukan?

dan atas dasar itu semua, menyangkut hal yang ingin sekali ku utarakan sejak lama.
posisi ku sebagai sahabat yang juga kenalan pacar mu dan sekaligus teman dari orang lain yang sedang dekat dengan mu.
sebagai orang yang bukan karena aku iri atau egois untuk tidak bisa menerima keputusan mu, melaikan orang yang tidak ingin semuanya merasa tersakiti karena tindakan ku yang membiarkan mu dalam sebuah hubungan yang tidak baik.
sejak awal aku katakan bahwa aku tak setuju bukan?
sejak sebelum aku bertanya, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan.
aku sudah tau, kamu dan dia ada sesuatu hal lain yang tidak bisa diumbar.
tapi, sampai kapan?

diposisi ku, apa mungkin aku masih bisa tersenyum didepan kalian, sedangkan jauh disana ada seseorang yang tidak tau apa-apa mengenai hal disini, tapi dia percaya dan yakin bahwa kamu adalah orang yang bisa disayang sepenuh hati.
diposisi ku yang serba bingung untuk mendeskripsikan apa sebenarnya hubungan kalian, apa pantas untuk ku ikut dalam sebuah sandiwara yang tak pernah aku suka?
bukan sebuah kewenangan untuk ku memang, untuk meminta mu melakukan hal yang ku mau.
bukan hak ku untuk menyuruh mu mengakhiri hubungan kalian.
karena bagaimanapun aku hanyalah orang luar yang mungkin baru mengenal mu,
aku yang memiliki masalah pribadi dengan depresi dan pikiran aneh ku
dan mungkin hanya aku yang merasa, atau terlalu membesar besasrkan suatu masalah

tapi, sekali lagi. maaf, jika semua ini menyinggung perasaan mu.
aku terlalu bodoh untuk bisa berbohong.
aku terlalu bodoh untuk bersandiwara
aku sudah tidak bisa menahannya lagi.
jadi ku mohon, simak meski hanya sedikit.
apapun keputusan mu nantinya, aku hormati semua. 
dan bagaimana hubungan kita nantinya, aku terima karena hidup adalah hal yang masing masing kita jalani secara terpisah.
bagaimanapun, aku harus bersikap realistis. aku tidak akan memohon mu untuk terlalu memikirkan masalahku, untuk itu juga aku mohon agar kau jangan dulu menuntut aku untuk bisa menerima dan menganggap semuanya baik-baik saja.
karena, jujur aku tidak bisa.
hal yang kau lakukan dengan dia (yang baru) membuat ku teringat dan memikirkan kemungkinan yang mungkin dilakukan ibu ku dulu ketika meinggalkan ayah ku.
untuk itu, aku tidak bisa merasa baik-baik saja.
jadi, aku harap kita bisa menikmati waktu kita masing-masing dulu sampai aku berdamai lagi dengan monster dalam diriku.

maaf, demi apapun aku pun sulit. 
kau pasti tau betapa beratnya aku menghadapi monster ini
untuk itu aku minta maaf, maaf karena harus kembali jatuh terlebih melepaskan mu untuk sementara waktu.
berbahagialah dengan siapapun, bersandarlah dan jangan terlalu memikirkan aku.
aku pasti juga akan baik-baik saja dan berbahagia disini.
aku harap keputusan ku ini tidak membuat mu kecewa.
hanya sementara, aku janji. sampai saat nya itu tiba, ijinkan aku untuk tidak mengetahui apapun tentang mu.
ijinkan aku untuk sementara waktu benar-benar lepas dari mu.
maaf, tapi percayalah, hampir setiap waktu, sejak saat itu aku selalu ingin mengatakan hal ini.
maaf, tapi aku harap kamu bisa terima.
sekali lagi maaf.

Kamis, 21 Desember 2017

depresi

tidak ada yang ingin dilahirkan dalam keadaan tidak sempurna
sama halnya ketika, tidak ada oang yang inign tumbuh dalam keadaan yang salah
salah dalam menjalani kehidupan, salah dalam menyelesaikan masalah,
salah dalam mengambil tindakan, dan salah terhadap diri sendiri

takdir ini sulit diubah
memang benar bahwa tuhan tidak akan mengubah suatu kaum, sampai kaum itu mengubah dirinya sendiri, tapi proses untuk berubah itu tidak selalu semudah membalikan telapak tangan atau mengedipkan kedua mata.
karena proses itu butuh waktu dan tenaga, butuh pikiran dan dukungan, butuh motivasi dan sandaran
apajadinya seorang bayi dilahirkan tanpa diajari apapun
begitu juga kami yang memiliki gangguan.
apajadinya kami harus hidup tanpa benar-benar dikenal dan dimengerti
bicara itu mudah selagi anda bukan tuna wicara, tapi yang menjalaninya?

pernah, sedikit saja terpikir bagaimana kami hidup?
bagaimana kami melalui hari seorang diri?
bagaimana cara kami bertahan?
tanpa kalian, tanpa keluarga, tanpa ada yang tahu benar bagaimana kondisi kami sebenarnya.

karena depresi bukan luka goresan yang mengeluarkan darah
terbuka, terlihat, mudah untuk diobati meski pun sama sama butuh proses.
karena depresi bukan sakit demam yang bisa di test seberapa parah tingkatannya
dan karena depresi adalah suatu hal yang tersembunyi, yang tidak bisa diketahui tanpa melakukan observasi.

rendah

Mungkin aku tak sebaik yang kalian pikirkan
Tapi bukan berarti aku selicik itu juga
aku masihlah sama seperti manusia pada umumnya
masih normal dan mampu berpikir jernih
tapi entah mengapa banyak yang berpikir bahwasanya aku adalah orang yang jahat.

apa yang telah kuperbuat kepadanya, sampai dia berpikiran seperti itu
apa yang membuat dia berpikir bahwa pikiran ku serendah itu
sedetikpun tak pernah terlintas dibenak ku 
setitik pun tak ada

aku memang terkenal arogan dan tempramental
semua orang tau itu
tapi sifat merendahkan sama sekali tidak pernah aku bayangkan
justru, terkadang aku merasa iri dengan kalian
yang memiliki kehidupan jauh lebih bahagia diatas kehidupan ku

lantas, bagian mana dari ku yang bisa merendahkan orang lain?
seorang anak broken home yang mengidap disorder
yang hidupnya tidak jauh dari drama dan khayalan
yang terkadang aku harus terus berbohong bahkan pada diri sendiri
bahwa aku baik-baik saja
bahwa mereka yang jarang mengabari tentang dirinya mungkin sedang sibuk

justru, aku disini yang terkadang hanya berselimutkan rasa iri dengan kalian
memojokan diri diruangan sempit yang gelap
bersembunyi dalam pikiran dan dunia luar
karena aku selalu berpikir bahwa aku tak pantas mendapatkan yang lebih baik
karena aku selalu berpikir bahwa inilah yang harus aku lalui
inilah jalan kehidupan ku.

lantas, bagian mana dari ku yang bisa merendahkan mu?
disaat kau mampu diterima di universitas negri ternama, sedang aku hanya kampus swasta biasa
disaat kamu bisa dengan mudahnya mendapatkan pujaan hati, sedang aku hanya mampu berkhayal seorang diri
disaat kamu berkumpul dengan kerluarga yang harmonis, sedang aku? dimana keluarga ku?

Bahkan, ketika aku telah hidup seperti itu, kamu masih mengganggap aku mampu berpikir hal yang tidak - tidak kepada mu.
kamu menilai aku adalah penilai yang rendah
sedang dimataku kau selalu tinggi
sedang dalam pikiran ku, aku selalu ingin menjadi seperti mu
sedang selama ini aku selalu iri melihat mu

Kamis, 14 September 2017

17 September 1993

kenapa mereka ribut demi mengetahui tentang ku?
begini kah rasanya diperhatikan orang lain?
sibuk kesana kemari, berselancar di dunia maya hanya untuk mengetahui ulang tahun ku
apa benar masih ada orang baik diluar sana yang tulus?

bahkan ayah dan mamah ku sendiri mungkin lupa dengan hari itu,
aku pun ingin melupakannya
karena, kalo kata teman ku,
pada hari itu justru kami anak yang terlantar batinnya merenung dan meraung sekerasnya
hanya untuk bertanya, apa gunanya kami lahir ke dunia
karena pada hari itu, kami yang menganggap hari itu hari buruk,
dipaksa mengingat bahwasanya kami memiliki orang tua karena itu kami lahir
tapi pada kenyataannya aku sudah tidak ingat kapan terakhir mereka mengucapkan kata indah untuk hari itu.

entah bagaimana dulu hari itu dirayakan,
tak sedikitpun yang aku ingat, seperti semuanya lenyap tak berbekas
apa aku memakai gaun, seberapa besar ukuran kue ku, siapa yang ada di samping kanan dan kiri ku, berapa banyak teman ku yang datang, aku bahkan tidak ingat.
yang aku ingat, hari itu usia ku berkurang, donor darah, dan tidur seharian.




Bu Ina

sosok panutan yang belum lama ku kenal
hampir setiap hari mengeluhkan nasib dari kedua buah hatinya dirumah
tanpa pengasuh, tanpa saudara yang bisa setiap hari dititipkan
dengan penuh rasa khawatir dan tidak enak hati pada suami berangkat kekantor demi mengajari ku

sungguh aku pun sebenarnya tak sepenuh hati melepasmu
tak rela jika harus segera ditinggalkan
banyak dari mereka diluar sana pun ingin serta pergi dari kantor
lantas apa gunanya lagi aku masih bertengger pada tempat yang sama?

kita baru sebentar bersama, tapi entah mengapa aku sayang
larut dalam canda dan kebersamaan yang sejak lama kalian bangun
datang dengan tangan kosong, aku hadir ditengah mencoba berbaur dengan kalian

bu, dari sekian banyak mereka disana, ibu satu-satunya yang bisa ku percaya.
terlalu percayanya, apapun kejelekan tentang mu, takan berguna jika dilayangkan padaku
bu, jika boleh aku meminta untuk lebih bersabar sebentar, aku belum siap bu.
aku bagai anak perempuan yang hendak dilepas ibunya pergi merantau sendiri
itu sebabnya, aku tak pernah mau kau puji,
tak pernah ingin merasakan hangatnya pelukan mu
bukan karena aku tidak mau, karena aku takut jika suatu saat hal indah itu harus lenyap begitu saja
karena aku takut, suatu saat tidak ada lagi tempat untuk ku bersandar

jika memang harus sakit, biar aku menanggungnya
jika memang harus keras, biar aku yang melawannya
jika memang harus sendiri, jangan paksa aku untuk kenal dan dekat dengan yang lain
karena sulit bagi ku kembali kepenjara jika sudah terbiasa bebas diangkasa.
kau terlalu memanjakan ku dengan kasih dan sayang
skau selalu sabar mengajarkan ku dengan senyum dan tawa
jika suatu saat kau tidak ada, siapa yang akan berlaku itu lagi?
kemana lagi harus kucari yang seperti mu?

bu, ku mohon jangan siksa batin ku
aku mohon bu.

belum waktunya

jujur, pernah terlintas dalam benak, andai saja dia merasakan hal yang sama dengan ku,
apa yang sekiranya akan terjadi pada kami
dia selalu mengakui apa-apa yang wanita tidak sukai
tak jarang pula dia membanggakan orang lain jauh lebih baik dari dirinya sendiri
seolah aku ini benar wanita baik-baik dimatanya.

dan pernah beberapa kali aku merasa dekat,
tapi semakin merasa dekat, semaki aku merasa ingin memilikinya
Ya Rabb, aku tidak ingin jatuh kembali dalam kesia-siaan
aku lelah dengan semua rasa sakitnya pengharapan pada manusia
ijinkan aku jatuh hanya pada dia yang telah ditakdirkan untuk ku

karena jika suatu hari nanti aku jatuh padanya,
sungguh aku yang bodoh karena tidak bisa menahan kehendak ku sendiri
aku yang gegabah untuk memainkan perasaan ku sendiri.

kalender enna


jam kuu

Cuteki kawaii

Blogger news

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

my dotta