Minggu, 13 Maret 2016

psikopat

apa salahnya memiliki pikiran bak seorang psikopat?
aku pikir ini malah lebih baik.
seorang psikopat itu hanya memaksimalkan apa yang orang normal lainnya tak pernah terpikirkan sebelumnya.
mereka berusaha keluar dari sesaknya kerumunan orang yang entah mengantri untuk apa dan sampai kapan.
mereka hanya mencari kesejukan diluar dari panasnya persaingan yang berlangsung sejak ayam saja belum berkokok sampai bulan menggantung diatas kepala.

tidak semua psikopat pembunuh, tidak sedikit dari mereka pure hanya ingin mencari kesenangan.
tidak merugikan siapapun, dan membuat yang lain terluka.
prisip ku, jika tidak bisa memberikan manfaat, setidaknya jangan malah menyusahkan.
jadi, psikopat yang ku maksud bukan mereka yang datang dengan sebilah pisau lalu menyayat tiap kulit orang lain yang dia temui atau orang yang rela mematahkan tangannya demi mendapatkan perhatian.

psikopat ini hanya ingin sejenak bernafas dan beristirahat dari lelahnya berpikir bersama orang mainstream demi melanjutkan kehidupan.
dia hanya orang yang berusaha mencari permainannya sendiri, memainkan pikirannya sendiri, berusaha tersenyum meski darah bercucuran sekalipun.
orang yang sekalipun tidak perduli dengan mereka yang tidak balik perduli.
mereka yang memaksimalkan apa yang mereka sukai ketahap yang orang normal lainnya tidak pernah terpikirkan.

hanya itu.
tidak merugikan orang lain,
tidak membuat yang lain terluka
hanya mencari jalan yang berbeda dari yang lain
hanya itu.

garam asin


"tau apa kamu tentang merawat dan membesarkan seorang anak?"
"ngurus diri sendiri ajah belom bener !"
"coba nikah, terus punya anak biar ngerasain sendiri gimana rasanya mendidik, merawat dan membesarkan seorang anak, baru abis itu kamu ngomong lagi."
merawat? mengurus? membesarkan seorang anak. 
disebuah majelis aku pernah mendengar bahwa anak itu titipan, dan ketika usianya 12 tahun maka orang tua sudah tidak berkewajiban untuk menafkahinya, atau bisa dibilang lewat dari usia itu, orang tua sudah termasuk bersedekah kepada anaknya sendiri.
kala itu aku berpikir, berapa usia ku? sudah sejauh apa aku membantu orang tua ku? apa aku bisa membayar semua yang telah mereka berikan kepada ku dulu?
lalu aku kembali pada pemikiran ku tentang merawat, mengurus dan membesarkan seorang anak, apa arti dari kata-kata diatas? urus menurut KBBI urus adalah rawat; piara; pelihara; atur. mendidik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. rawat adalah pelihara; urus; jaga. sedangkan membesarkan adalah menjadikan (menyebabkan, menambah) besar; memperbanyak. lantas aku teringat tentang hal yang telah mereka berikan kepada ku selama ini.
apa benar mereka mereka telah benar-benar mendidik, merawat, mengurus dan membesarkan ku atau hanya membayar orang lain untuk melakukan itu semua terlepas dari hal aku hanya seorang anak yang berusaha memberikan opiniku dari pengalaman ku sendiri.

dia dan aku memiliki salah satu orang tua yang sama, apa mungkin dia sudah mengubah cara mendidiknya sejak dia tidak pernah mendidik ku? apa mungkin saat ini dia sudah lebih banya mengurus dan merawat untuk bisa membesarkan anaknya? sepengelihatan ku, sama saja.
jadi apa aku masih harus menjilat garam untuk mengetahui bahwa hasil dari menjilat garam itu sama saja asinnya. atau mungkin ada cara lain untuk menjilat garam agar rasanya terasa lebih hambar.
ahahhahah... lucunya hidup ini.

Jumat, 11 Maret 2016

setia

mungkin perjuangan atau pengorbanan yang aku lakukan belum ada seujung kuku pun dibanding dengannya. untuk itu aku tidak pernah mengerti apa arti kesetiaan.
seja kecil aku hidup dengan pengkhianatan yang terjadi disekitar ku, hanya takdir kesendirian yang tidak pernah mengkhianati.
pengkhianatan mamah terhadap ayah, aku dan adik ku.
teman-teman sekolah, bahkan karyawan ayah terhadap keluarga ku.
untuk itu, sekalipun aku tak pernah mengerti apa itu setia terhadap sesuatu, yang aku tau, apapun mungkin saja dilakukan untuk mendapatkan apa yang kita mau. ya, begitulah aku didik sejak dulu.

sampai sekarang pun, aku masih bertanya dimana letak kesetiaan dari sebuah hubungan.
apa aku harus mengungkapkan jati diri ku yang sebenarnya dulu kepada mereka, meliat siapa yang masih tersisa untuk bertahan dengan ku, untuk mengetahui siapa yang setia dan hanya ingin memanfaatkan ku saja? apa perlu semua itu aku lakukan?

rahasia yang sejak TK aku pendam sendiri, haruskah aku mengetes mereka untuk menemukan orang yang benar bisa setia terhadapku?
hah ! bodoh ! nama ada yang bisa meneriama aib terburuk mu itu.

lirik lagu opening noblesse (opening noblesse song lyric)

Bureowo oneun jageun baram sorie
Heundeulrineun namut gaji sorie
Nae sounanui jageun somang
Han jumui morae al cheorom heuteojyeo
Jigeum naega bara boneun sesang gwa
Kkum soge mannanddo dareul sesang
Eotteon gosi jinsirinji
Alsueobneun eodi jjume nahollo

Reff :
Noege jageun eotteon geotdeuri
Naega neomunado keun kkumdeurirangeol algoinneunji
Noemuna naege meolliinneundae
Dagagamyeon galsurok
Jakku naege meoreojyeomanganeun geotdeul jabeulsu eobseo
Ijeneun naemame gwo giuryeo
Breath then listen to my sad

Meoreojyo gan sonddae mudeun kkumdeuldo
Bangbokhaedo naege natson sarangdo
Irwojil su eobtdaneun geol
Wimyeonhan cahegeureul chaja jakku georeoga


Gong Bo Kyeong

Minggu, 06 Maret 2016

Ervina Ruhyana 22/06/1993 - 16/12/2015

Tau apa yang paling menyakitkan hidup didunia ini? Bukan ditinggalkan, bukan diduakan, dikhianati atau dibenci orang. Tapi hidup dengan penuh rasa penyesalan. Penyesalan atas kesalahan yang tak mungkin lagi bisa diharapkan maafnya dari orang terkasih yg telah tiada. Penyesalan atas kesalahan yang seharusnya tidak boleh terulang untuk yg kedua. Penyesalan atas waktu yang disia-siakan tanpa bisa bersama untuk yg terakhir kalinya. Andai saja tuhan berkenan haturkan maaf ku padanya, tanpa dimaafkan pun aku rela. Hanya ingin sekedar menyapa, apa kau masih merasa sakit disana? Atau kau sungguh sudah tenang melepas semuanya? Tak masalah meski hanya lewat mimpi atau bayangan yg sesekali hadir, aku hanya ingin pastikan senyuman mu untuk selalu terukir indah diujung bibir yang merona. Tak apa skalipun hanya bisikan ditelinga semata. Aku rindu akan semua gelak tawa bahagia yang selalu kau tebar kepada dunia. Kita bukan berasal dari harim yg sama. Tapi ibu mu memberikan separuh hidupnya untuk membuatku juga hidup dengan darahnya. Kita serupa namun sangat tampak berbeda, tapi bukan berarti aku tak bisa rasa apa yang menimpa kau disana. Selalu ku katakan, kita kembar karna sedarah, mau menampikan sejauh apapun pada ujungnya kita memiliki darah yang sama. "my bloody sister" begitu aku selalu memanggil mu. Selamat jalan kepangkuan-Nya Jika memang dengan cara ini yang membuat mu lega atas semua derita, aku ikhlaskan kau pergi untuk selamanya. Hei.... aku tidak menangis... jadi pergi lah dengan suka cita. Bawa semua kenangan indah masa lalu untuk disana. Sedang aku akan meraih mimpi mu yang belum menjadi nyata. Kelak, akan ku ceritakan bagaimana sedihnya dunia ketika kau telah tiada. Selamat jalan ervina, sampaikan salam ku pada ibu yang lebih dulu meninggalkan kita ke alam baka, suatu saat, kita pasti akan berkumpul lagi di jannah-Nya. Insyaallah Ervina Ruhyana 22/06/1993 - 16/12/2015

tuhan aku minta agar dia tidak bernapas, satu hari saja.

malam ini seperti biasa, kamar ku sesak penuh dengan asap rokok yang berkerumun karena ulahnya, namun, seperti biasa pula, aku tak bisa mengatakan sepatah katapun untuk memintanya berhenti, hanya bisa mengeluarkan suara batuk akibat sesak yang kurasakan, gatal rasanya dada ku, jika bisa kubedah, maka aku akan siram semua darah ku tepat kemukanya, agar diapun bisa merasakan betapa tersiksanya setiap malam harus menghirup racun yang dia sebabkan.

ya, ini rumah mu, sedang aku hanya orang asing yang menumpang disini. bukan anak orang kaya apalagi anak raja. hanya anak yang sekarang telah menjadi ayahmu juga, namun, mungkin sepertinya itupun tak kau akui. begitu juga dengan ayah yang jarang berada dirumah, hanya kerja dan kerja yang ada dibenaknya. bagaimana memiliki banyak karyawan, banyak usaha tanpa memikirkan bahwa disini kami pun butuh sosok seorang ayah. jadi praktis akupun bukan siapa-siapa dan membuatku tak memiliki daya apapun.

pernah sekali aku menegur untuk tidak merokok, lantas dia mengatakan, bahwa apapun yang dia lakukan disini itu bukan masalah, karena memang ini rumah dia. lalu aku? apa harus aku pergi terlebih dulu agar mereka sadar bahwa akupun serakang tinggal disini, atau mungkin bahkan mereka sejak dulu mengharapkan kepergian ku?

halahhhh... entah mana yang benar dan mana yang salah, yang ku ketahui ketika hak seseorang sirenggut maka yang merenggutnya harus menanggung akibat. dan salah satu hak ku adalah bernapas, sedang dia menggambil itu setiap malam, bagaimana jika aku meminta agar tuhan mengambil napas mu, satu hari saja, untuk mengganti semua napas yang selama ini kau ambil secara paksa itu? aku rasa itu cukup adil, malah kurang. 

hampir 8 tahun aku tinggal disini, dan sudah sejak 2-3 tahun aku tak bisa mendapatkan hak ku. aku hanya ingin tuhan membuat mu berhenti bernapas selama satu hari, agar kau tau betapa berharganya udara bagi pengidap asma seperti ku. bagaimana?

Gelap

gelap, aku suka dengan kegelapan.
terkadang aku sengaja mematikan semua lampu agar terkesan gelap.
dalam gelap aku merasa aman sekaligus mencekam
tapi itu lebih baik dari pada aku harus terlihat dengan wajah bengap

gelap, jika ada cahaya, sebisa mungkin aku menutupnya, entah dengan selimut atau menutup semua jendela kamar, yang penting semua terlihat gelap.
tak apa meski harus dibilang putri tidur karena terkesan tidak pernah bangun apalagi keluar dari kerajaan kamarnya. 
yang penting aku merasa hangat dalam semua dingin yang menerpa.

gelap, entah sejak kapan gelap menjadibagian hidupku,
mungkin sejak dia pergi demi si brengsek yang sampai sekarang belum bisa ku akuo keberadaannya
dalam gelap aku bisa mengimajinasikan kehidupanku sendiri, membuat gambaran tentang semua yang kusuka, ku lukis semua dengan tinta putih dalam kegelapan yang menjadikan semua kengangan mengabu membiru.

gelap, ya hanya gelap yang mengerti berapa banyak cahaya yang kau bawa bersama dengan harapan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. hanya gelap yang tau betapa aku selalu membutuhkan cahaya mu, namun kau pergi dan redup besamanya.

kalender enna


jam kuu

Cuteki kawaii

Blogger news

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

my dotta