takut.
pikiran yang selalu melayang dibenak tiap kali ku mengingat hal itu
mengubah ku menjadi monster phobia yang entah sampai kapan hal ini akan berlangsung
entah berapa banya orang yang ku tolak kehadirannya karena rasa takut ini
sempat salah satu teman ku bertanya, apa aku seperti ini karena orang tua ku yang gagal dalam pernikahan mereka?
yup, aku sedikit tertegun ketika membaca hal tersebut, bulu kuduk ku berdiri, gemetar dari ujung kaki hingga membuat pusing kepala, sampai jatuh lah tetes demi tetes air mata yang entah sejak kapan, hanya basah yang aku rasakan dipipi.
tapi setelahnya, seperti ada setan yang merasuki tubuhku,
aku mulai bangkit dan merasakan gatal yang tak cukup hanya digaruk dengan jemari,
dulu, aku biasa menggunakan benda tajam atau bahkan tumpul sekalipun,
terkadang hingga meninggalkan bekas luka.
tapi setelah itu, aku merasakan lega.
takut.
apa definisi sebenarnya dari takut, sampai sekrang aku tidak pernah mengetahuinya.
hanya saja, terkadang aku mengumpat dibalik selimut, menggigit bantal dan menahan teriakan di tenggorokan lalu menangis selama yang aku inginkan ketika ada hal yang mengganggu dipikiran.
takut, apa harus aku takut? apa mungkin aku akan terus takut? apa semua itu takut?
lantas, sampai kapan aku harus takut?
Minggu, 06 Maret 2016
Kamis, 15 Oktober 2015
3 Little Words by Joo Won & Park Ji Yeon lirik
Neol pume aneul ttae
Bueomil dowajulttae
Neowa mal jangnanhalttae
Mwodeun ni pyeo deureojulttae
Naneun neuneuro marhae
Sam, gakkeun naneun geumari deutgossipeujyeo
Nal hyanghanni maemeul, modu da neukkigossipeo
Aljanha, keudae arra, niganeol
saranghandaneun geol
Ni nunbicheuro alsuisseo ni maem, geojitdo bimildo eobji
Hajiman uri, tteoreojyeo isseumyeon deutgossipeo, saranghae...
Saranghae... Jigeum yeogi, urireul salmeun wanbyeokhaji,
daman aswiun geol danhan gatji
Naui maem gipi sumgyeojin geuhanmadi
Chagia, kajja
Moduga gatteun mallo, maemeul pyohyeonhaeya haneun goel anijanha (Hajiman, modu malhajanha)
Jinsimeobsi neul naebaetneun geu jjalbeun hanmadiboda, maeumeuro,
mideumeuro, seoro tonghaneun ge jongyonhageoya
Sam, jigeum nanaeun go mareul deureoyagesseo
Nal hyanghan ni maeumi hoksi sarajilkka doryeowo, nan maeil
deutgo sipjiman
Ttak hanbeonman irado gwaenchanha, geuraedo joha
Neol uisphaneun geol aniya ( uisiphal
piryeo eobsseo)
Danji jinsipeul deutgo sipeul ppun (pol mallo hal piryeo eobsseo)
Deutgo sipeun, naui maeumeul
Neowa jigeum yeogi (neol
eorumanjilttae)
Uriui salmeun wanbyeokhaji (bame keopi
kkeulhilttae, neul ni geol jeongmalttae)
Ijen naege marhaejul sun eobni (naneun
noraero marhae)
Soge damadujima, naege malhae
Neowa jigeum yeogi ( ni imo galttae,
naui eotjeongrihalttae)
Urireul salmeun wanbyeokhaji (neowa hamkke
useulttae, nan eochigoisseo)
Nan wae mal mothalkka
Ijen naege marhae jom, saranghandago
note:
blue > girl
red > boy
black > both
Minggu, 16 Agustus 2015
aku #1
Terlahir sebagai sikecil hati
Aku tumbuh dalam minimnya kasih sayang
Selalu saja berdiam diri dipojokan
Tak ada seorangpun yang ramah untuk datang
Jiwa ini bergemertak
Rongga-rongga nafas seolah menyempit
Dan mulailah rintikan membasahi pipi ini
Setiap ku lihat betapa indahnya dunia luar
Dan ku tatap mesranya kehidupan yang selalu ku impikan
Aku masih dan selalu terenyuh
Setiap aku sadar dan menggumam tentang apa yang selalu aku idamkan
“hanya sebuah keluarga kecil yang diselimuti cinta kasih”
Hal yang sangat lumrah namun begitu tak mungkin bagiku
Hal yang sangat mudah, namun, ketika kulihat kembali,
Betapa tak mungkinnya hal itu dengan kondisiku saat ini.
Aku si kecil hati, terlahir dengan semua kerendahanku
Bernaung dalam istana megah dan menjalani keramaian
Namun, dengan hati yang sengaja KAU biarkan kosong
Kau yang maha mendengar dan melihat
Kuatkan aku dalam kehampaan tak bertepi
Bantu aku hadirkan sekulum senyuman meski nyeri merajam dihati
Ku pastikan tak akan sekalipun aku tak berbaik sangka terhadap MU
Untuk itu rangkul aku selalu dalam indahnya cahaya kasih MU.
perkenalan kita #1
aku mengenalnya dari ayah ku yang sangat pekerja keras
aku mengenal kalian dari om ku yang selalu mengajak ku bermain
aku mengenal kalian dari sepupu ku yang selalu mengalah padaku
aku mengenal kalian dari guru ku yang selalu mengajari ku tentang semua hal
aku mengenal kalian dari tetangga ku yang selalu tersenyum ketika kita berpapasan
aku mengenal kalian dari orang sekitar dan hampir semua yang kukenal dulu sangatlah baik
kalian pernah terkesan dangat baik dimataku,
bahkan dulu aku pernah berdoa, andai saja aku memiliki kaka yang berjenis kalian, mungkin bahagia rasa hati ini.
ah, bodohnya aku dulu...
kini aku mengenal kalia dari cara kalian memperlakukan teman ku
awalnya mereka bilang, mereka bahagia memiliki kalian,
setiap hari aku dibuatnya iri karna hanya aku yang belum pernah merasakannya
setiap kami jalan bersama aku selalu berusaha terlihat tegar dan mandiri agar aku tak harus dibilang harus memiliki orang berjenis kalian disamping ku
bahkan ketika makan, mereka selalu memperlakukan kalian bak majikan yang harus dilayani.
mulai dari menawari makan, kadang menyuapi, bahkan mengelap keringat kalian
tapi,
akhirnya mereka malah berkeluh atas apa yang kalian lakukan kepada mereka
mulai dari mengabaikan, memperlakukan mereka dengan tidak baik, cemburu buta atau kesibukan yang selalu menajdi andalan kalian dalam menangkis semua pertanyaan mereka
dan pada akhirnya, tawa yang awalnya membuat ku iri berubah menjadi tangis yang membuat ku miris. senyum indah yang selalu aku bully menjadi air mata yang meluapkan amarah, bahkan keceriaan yang selalu ku rindukan kalian rubah jadi kegalauan bekepanjangan
dari cara dia memperlakukan diriku
bahkan, sekarang aku lebih mengenal kalian dari pengalaman ku sendiri, ditambah DIA yang aku sayangi.
dan percayalah, bahwa kepercayaan itu kini telah lenyap.
apa mah? #1
"mamah takut kalau ini berupa kutukan intuk keluarga kita"
sebuah kalimat mujarab yang sudah bertahun-tahun tapi kekuatannya tak pernah padam sejak pertama kali dicetuskan.
sebuah untuaian kata yang sederhana dengan sejuta makna dan langsung melekat tanpa perekat sedeikitpun
ucapan manis yang sekarang malah mengikis kenginginan ku untuk menjalin hubungan manis dengan yang lain
mamah takut lalu bagaimana aku?
aku hanya bayi mamah yang 22 tahun lalu haris dari rahim halus mu
aku hanya seorang anak yang sejak kecilnya tidak pernah dekat dengan lawan jenis sama sekali
aku hanya seorang remaja yang setiap gerak geriknya diawasi mata elang ayahnya
aku hanya seorang gadis yang datang dengan kaki gemetar saat pertama kali datang ke tempat dia kuliah karna terlalu banyak nya lawan jenisnya disana
aku hanya wanita yang sedang berusaha mementaskan diri sengan selalu belajar dan memperbaiki diriku
mamah.... aku hanya anakmu yang sedang memperjuangkan kebahagiaanmu kelak
aku hanya aku dan akan selamanya menjadi aku mah
lalu apa yang bisa ku lakukan ketika kau berbicara seperti itu, ditambah pengelaman mu yang ku tahu itu sangat menyakitkan aku entah sebagai anak, remaja, wanita atau seorang istri nantinya.
apa yang bisa kulakukan untuk aku menjamin diri ku kelak, jika ketika aku berusaha menemukan seseorang yang baik, kau bilang keluarga kita telah dikutuk
apa yang harus kulakukan mah?
rahasia #1
memang masih menjadi rahasia ku,
semua memang harus dan akan selalu menjadi rahasia ku
rahasia yang ingin sekali ku kubur tanpa seorang pun tau apa yang sebenarnya
setiap detail kejadian dan kisah dari rahasia dibalik rahasia yang ku punya
tapi sampai mana rahasia ini bisa kutanggung sendirian?
ketika kepala ku benar-benar penuh akan rahaia yang kupikirkan
raga ku lemah untuk melawan rahasia yang sedang kuusahakan
dan batin ku yang kian sakit mencoba selesaikan rahasia ku sendirian
mana yang lebih sulit? membongkarnya untuk kemudian hanya menjai bualan
atau menanggung rasa sakitnya sendirian
semua memang harus dan akan selalu menjadi rahasia ku
rahasia yang ingin sekali ku kubur tanpa seorang pun tau apa yang sebenarnya
setiap detail kejadian dan kisah dari rahasia dibalik rahasia yang ku punya
tapi sampai mana rahasia ini bisa kutanggung sendirian?
ketika kepala ku benar-benar penuh akan rahaia yang kupikirkan
raga ku lemah untuk melawan rahasia yang sedang kuusahakan
dan batin ku yang kian sakit mencoba selesaikan rahasia ku sendirian
mana yang lebih sulit? membongkarnya untuk kemudian hanya menjai bualan
atau menanggung rasa sakitnya sendirian
iblis #1
menjadi seperti ini memang bukan pure kemauan ku sendiri
semua itu ada alasannya
untuk memiliki rasa sayang, rasa cinta bahkan sampai rasa benci
semuanya itu harus berdasrkan alasan yang kuat
sebagai seorang individu, aku sangat menghargai alasan setiap orang
mencoba untuk selalu melihat dari banyak sisi
memikirkan kenapa dia bisa berlaku seperti ini atau seperti itu
alasan kenapa mereka berlaku yang sekiranya buruk dimata masyarakat
aku selalu berusaha memahami tiap persoalan yang datang
selalu dan hampir selalu memikirkan bagaimana jadinya bila aku ada diposisi mereka
apakah ada jalan lain yang bisa kulakukan selain dari yang mereka lakukan
adakah orang yang sekiranya akan membantuku diujung jalan
atau memang semuanya hanya akan menjadi penonton dan sekali-kali komentator di sebrang jalan
tapi untuk persoalan yang satu ini, entah kenapa seolah aku dibuat buta olehnya
buta akan sifat ku memahami ku akan orang lain
buta akan apa yang selama ini coba ku pelajari khususnya tentang karakter seseorang
buta akan kehidupan kedepan yang kata orang itu sangat menyenangkan
entah kenapa rasanya aku tak tertarik lagi dengan apa yang dikatakan orang banyak
seolah itu hanya jadi kicauan burung pagi hari yang akan selalu seperti itu sampai burung itu mati
seolah semua memang tidak ada yang bisa dilakukan kecuali diam dengan memegang prinsip ku
seolah pendengaran ku hanya untuk saat itu, bukan untuk dicerna menjadi sebuah pemikiran yang baru
seolah aku muak dengan semua hal yang berusaha mengintervensi ku dari luar
dia datang entah dari mana asalnya, dan sejak kapan mulai hadir menjadi tokoh baru dari drama ku
dia yang sama sekali tak pernah terpikirkan oleh ku, dan sama sekali tidak pernah kuharapkan kehadirannya
dia yang mebuatku buta akan semua hal yang selama ini aku pegang teguh
dia yang merusak semua yang membuat ku berpikir bahwa karna dia, maka semua kaumnya itu sama seperti dia
dia yang setiap hari membuatku harus bergemetar jika sosoknya mulai nampak lagi dipikiran
dia iblis yang selama ini selalu aku doakan kebaikannya demi menyelamatkan malaikat ku
tapi karna dia juga sayap malaikat ku patah, bahkan nyaris hilang nyawanya.
karna iblis itu, yang selalu memerah malaikat ku seperti sapi perah di pabrik
ya, dia iblis yang membuat ku lupa akan tuhan yang selama ini ku sembah dan beralih ke iblis lain dalam diri ku
hingga mungkin nanti aku pun akan berubah menjadi iblis seperti dia,
Langganan:
Postingan (Atom)
kalender enna
jam kuu
Cuteki kawaii
Blogger news
Free Music at divine-music.info