Minggu, 31 Juli 2016

baju panjang, rok dan kerudung yang menjuntai

Didepan lemari dengan setumpuk pakaian kusut yang berserakan depan mata, tiba-tiba aku menemukan baju yang dulu pernah kau berikan padaku. aku mulai meraihnya, memegangnya dengan kedua tangan ku. 
aku masih ingat semua kenangan dari semua pakaian itu, mulai dari baju, rok hingga kerudung panjang yang jika ku kenakan akan menjuntai sampai pinggang. semua barang yang dari dulu tak pernah ingin ku kenakan.
baju panjang? panas ! rok? susah jalan ! kerudung panjang? nanti dikira ibu-ibu !
selalu saja berpikiran begitu. namun, satu persatu tanpa sengaja kau berikan semua itu pada ku. meskipun sampai saat ini aku belum mengenakannya setiap hari. namun, didepan orang yang berpakaian seperti mu, aku mulai merasa malu. terlebih aku mulai merasa nyaman dengan pakaian seperti itu.
sejenak aku terdiam, sudah berapa lama sejak terakhir aku mengenakan semua itu? dan kembalilah aku pada masa ketika kau kembali memaksa ku mengenakan rok.
waktu itu, aku basah kuyup, semua pakaian ku basah hingga kedalam. namun, karena hubungan kami kurang baik, aku hanya mampu naik kesebuah tempat kecil yang biasa dipakai sholat, karena disana adalah satu-satunya ruangan yang tidak ber-AC (hangat).
aku tidak berani menunjukan diriku yang lusuh, kedinginan, tak lama teman ku datang, tanpa mengtahui aku yang sedang kebasahan (efek warna gelap pada baju). lantas, tak lama dia kembali meninggalkan ku.
aku masih dipojokan ruangan sendiri dengan baju yang mulai kering namun, masih lembab dibadan sampai akhirnya kau datang dan memaksa ku mengganti semua pakaian yang kukenakan dengan miliknya. ya, apalagi jika bukan pakaian panjang, rok lengkap dengan krudung yang menjuntai.
sontak aku menolak, mengingat hubungan kami yang masih jauh dari kata jelas.
aku memilih untuk tetap dalam keadaan basah ketimbang harus menerima kepeduliannya. namun, semakin aku menolak, sekeras itu pun dia memaksa. ya, begitulah dia jika sudah memikirkan yang lainnya. entah seberapa sulit hal itu, dia akan tetap berusaha utnuk melakukan yang terbaik untuk orang lain.
tanpa sadar kini baju itu pun telah basah, kenangan dari baju itu yang memaksa ku membasahinya yang sejak tadi kupegang. baju panjang, rok dan kerudung yang menjuntai. 

NGOMONG DONG !

"kamu tidak akan pernah mengetahui apa yang sesungguhnya telah aku lalui hingga sampai disini, karena kamu tidak pernah benar-benar berada pada posisi ku".
kira-kira seperti itulah status yang pernah teman ku buat.
entah kenapa, rasanya kata-kata itu sangat cocok dengan situasi kami saat ini.

mungkin kita kenal, dekat, mengetahui cerita satu sama lain. bercanda, berbagi, berduka, dan melakukan banyak hal bersama. tapi, apa yang kau tau dan apa yang kau pahami, hanya sebatas ketika kita bersama dan tak lebih dari seperti kalian menonton drama korea secara marathon.
mungkin kalian akan merasakan kesenanga, kesedihan, kekecewaan, amarah dan semua yang ada dalam drama. tapi, sampai kapan pun kalian hanya penonton, seperti anak yang sedang diceritakan dongeng, kalian hanya mendengar mengetahui cerita. kalian tidak pernah benar-benar menjadi lakon dalam drama tersebut. mungkin, sekedar mengkhayal, berimajinasi jikalau kalian menjadi mereka (lakon).
karena itu, jangan pernah bertindak seolah kalian tau semua dan apa yang terbaik bagi orang lain. sekalipun kalian mengenalnya dengan baik, melakukan tindakan dengan niat baik, dan untuk masa depan yang lebih baik (menurut kalian).
karena, tidak semua yang kalian pikirkan tentang orang itu, apa yang kalian berikan, apa yang kalian lakukan dan semua niatan baik kalian akan terasa dampaknya menjadi lebih baik. bisa saja, justru hal itu lah yang menambah masalah atau beban bagi orang lain.
solusinya? 
manusia dilahirkan dengan sejumlah kemampuan komunikasi.
bagi yang sempurna, punya mata, mulut, hidung, telinga dan semua organ berfungsi dengan baik, komunikasi akan lebih mudah. bahkan yang berkekurangan pun, masih memungkinkan untuk bisa berkomunikasi. yang tuna rungu, tuna wicara dll. sehingga apa yang kita mau kita utarakan, maksud dari semua tindakan bisa dipahami dengan mudah oleh orang lain.
jika memenag memiliki maksud baik, bukannya lebih mudah jika di utarakan dengan baik-baik. sehingga apapun nanti keputusannya, ataupun hal yang akan terjadi setelahnya telah melalui kesepakatan bersama antara satu dengan yang lain. hal ini mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan nantinya di kemudian hari.
bisa saja, makanan yang kau berikan kepada orang lain akan menjadi dampak buruk baginya. ketika ada teman mu yang kelaparan, kau berniatan baik untuk memberi bakwan udang, agar nantinya dia tidak terlalu kelaparan. akhirnya kau berikan dia makanan tersebut, untuk memudahkan dalam memakannya, udangnya kau kupasi (samar/tidak terlihat), setelah teman mu memakannya, dia benar merasa kenyang, tapi, tidak lama kemudian dia gatal-gatal kulitnya badannya memerah karena ternyata dia memiliki riwayat alergi udang. pada akhirnya niat mu untuk membuat dia jadi lebih baik, justru membuat dia malah harus kesakitan karena alerginya.
dari hal diatas, kita tau bahwa si pemberi memiliki niatan yang baik, melakukan hal yang baik, dan untuk kebaikan. tapi dampaknya? apa sebaik apa yang diawal dia pikirkan?
sama hal nya denga sebuah hubungan, jangan semena-mena bertindak dengan bertujuan untuk membuat situasi orang lain lebih baik. sekalipun kau berpikir itu akan menjadi yang terbaik, terlebih dengan mengorbankan diri sendiri. 
kamu memberi orang lain makan disaat diri kamu sedang kelaparan.
coba pikirkan apa yang ada dibenak orang yang diberi makan ketika sebenarnya dia tau bahwa kamu dengan sengaja memberinya makan, disaat kamu sendiri sedang sangat membutuhkan makan.
kita tidak pernah tau apa yang orang lain pikirkan untuk kita. bisa saja dia berpikir kamu baik, mendahulukan orang lain daripada diri sendiri. memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, suka memberi dll. tapi, jika orang itu salah paham dan memiliki pikiran seperti, kau sengaja melakukan itu untuk pencitraan atau mungkin makanannya telah kau beri sianida sebelumnya. tidak ada satu pun orang yang mampu menghentikan pikiran orang lain terhadap orang yang lainnya.
karena itu, jelaskan apa yang sebenarnya maksud dan tujuan dibalik niatan, jika memang hal itu baik dan dapat di terima, bukankah akan lebih mudah kedepannya. ^^

Minggu, 20 Maret 2016

Border Personality Disorder #2

  1. A. PENGERTIAN
Borderline personality menunjukan adanya ketidakstabilan dalam suatu hubungan, mood, dan citra diri(self-image).
Borderline yaitu ambang. Dikatakan ambang karena memang diketahui para penderitanya berada pada “ambang” psikosis, para penderita gangguan ini mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi yang mereka miliki. Borderline ini juga merupakan ambang antara schizophrenia dengan neurosis. Gangguan kepribadian borderline adalah gangguan kepribadian digambarkan sebagai gangguan berkepanjangan fungsi kepribadian dalam diri seseorang (biasanya di atas usia delapan belas tahun, meskipun juga ditemukan pada remaja), ditandai dengan kedalaman dan variabilitas suasana hati.Gangguan ini biasanya melibatkan tingkat yang tidak biasa dari ketidakstabilan suasana hati , kelabilan dalam berpikir
Sikap dan perasaan terhadap oranglain berubah-ubah dengan cepat dalam peroode yang singkat. Emosinya juga tidak teratur dan perubahannya tidak luwes. Subjek sangat memperhatikan argument, cepat marah dan sarkastik dalam memandang oranglain. Subjek tidak mampu mengembangkan pemikiran yang jernih dari diri dan mungkin tidak menyetujui nilai-nilai, kesetiaan, dan karir. Mereka tidak mampu bertahan sendiri tanpa oranglian, jadi mereka cenderung memiliki hubungan personal yang selalu rebut, tidak bertahan lama dan sangat singkat, serta kurangnya penerimaan saling mengevaluasi diri. Subjek dengan perasaan depresi yang kronis dan kesepian akan melakukan upaya manipulatif untuk bunuh diri. 
Menyatakan emosi negatif yang spesifik untuk BPD dapat dikelompokkan menjadi empat kategori: perasaan destruktif atau merusak diri sendiri, perasaan yang ekstrim pada umumnya; perasaan fragmentasi atau kurangnya identitas, dan perasaan dihindari. Individu dengan BPD bisa sangat peka terhadap cara orang lain memperlakukan mereka, bereaksi kuat terhadap kritik yang dirasakan atau hurtfulness. Perasaan mereka tentang orang lain sering berubah dari positif ke negatif, umumnya setelah kekecewaan atau ancaman kehilangan seseorang. Citra diri juga dapat berubah dengan cepat dari sangat positif untuk sangat negatif. Perilaku impulsif yang umum, termasuk alkohol atau penyalahgunaan narkoba , seks tidak aman, perjudian dan kenekatan pada umumnya. Studi Lampiran telah mengungkapkan hubungan yang kuat antara BPD dan tidak aman lampiran gaya , jenis yang paling karakteristik yang "belum terselesaikan", "sibuk", dan "menakutkan".
Bukti-bukti menunjukkan bahwa individu dengan BPD memiliki minat tinggi dalam keintiman atau mencari hal-hal baru dansangat sensitive untuk tanda-tanda penolakan atau tidak dihargai dan cenderung ke arah aman, menghindar atau ambivalen , atau takut kesibukan dalam pola dalam hubungan. Mereka cenderung melihat dunia secara umum berbahaya dan jahat.
DSM IV-TR, manual banyak digunakan untuk mendiagnosis gangguan mental , gangguan kepribadian borderline mendefinisikan (di Axis II Cluster B ) sebagai: 
Sebuah pola meresap ketidakstabilan hubungan interpersonal , citra diri dan mempengaruhi , serta ditandai impulsif , dimulai dengan awal masa dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh lima (atau lebih) sebagai berikut: 
  1. 1. . Upaya panik untuk menghindari ditinggalkan nyata atau dibayangkan Catatan: Jangan meliputi perilaku bunuh diri atau melukai diri tercakup dalam Kriteria 5
  2. 2. Sebuah pola yang tidak stabil dan intens hubungan interpersonal ditandai dengan bergantian antara ekstrem idealisasi dan devaluasi .
  3. 3. Identitas gangguan: nyata dan terus menerus tidak stabil citra diri atau kesadaran diri .
  4. 4. Impulsif dalam setidaknya dua bidang yang berpotensi merusak diri (misalnya, seks bebas , gangguan makan , makan pesta , penyalahgunaan zat , mengemudi sembrono ) Catatan:. Jangan meliputi perilaku bunuh diri atau melukai diri tercakup dalam Kriteria 5
  5. 5. Berulang perilaku bunuh diri , gerak tubuh, ancaman atau perilaku melukai diri sendiri seperti pemotongan, mengganggu penyembuhan luka (celaan) atau memilih pada diri sendiri.
  6. 6. Afektif karena reaktivitas ditandai ketidakstabilan suasana hati (misalnya, episodik intens dysphoria , lekas marah atau kecemasan biasanya berlangsung beberapa jam dan jarang lebih dari beberapa hari).
  7. 7. Kronis perasaan kekosongan
  8. 8. Tidak pantas marah atau kesulitan mengendalikan marah (misalnya, menampilkan sering marah, kemarahan yang konstan, perkelahian fisik berulang).
  9. B. ETIOLOGI
    1. 1. Genetik
Gangguan ini ditransmisikan secara genetik dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sebuah bentuk ketakutan akan ditinggalkan oleh orang lain muncul, berkaitan dengan perasaan emosional mereka untuk terhubung dengan seseorang yang penting bagi mereka. Saat orang tersebut tidak berada di sisi mereka, maka penderita merasa kehilangan dan tidak berarti sama sekali. Gambaran dari literatur yang ada menyarankan bahwa sifat terkait dengan BPD dipengaruhi oleh gen . Sebuah studi kembar utama yang ditemukan bahwa jika salah satu kriteria bertemu kembar identik untuk BPD, yang lain juga memenuhi kriteria di 35 persen dari kasus. Orang-orang yang telah BPD dipengaruhi oleh gen biasanya memiliki kerabat dekat dengan gangguan tersebut. Kembar, saudara dan studi keluarga lainnya menunjukkan sebagian diwariskan dasar untuk agresi impulsif, tapi studiserotonin gen-terkait dengan saat ini telah disarankan hanya kontribusi sederhana untuk perilaku.

2. Pelecehan Anak

BPD merupakan hasil dari kombinasi antara kelemahan diri individu dengan tekanan lingkungan, pengabaian atau kekerasan yang diterima saat masih berusia dini, kemudian berlanjut menjadi pemicu munculnya gangguan saat penderita berada pada usia dewasa awal. Sehingga Penderita BPD dewasa seringkali di pandang sebagai korban dari tindak kekerasan, seperti pemerkosaan dan jenis kejahatan lainnya. Ini juga merupakan hasil dari sebuah lingkungan tidak sehat yang ditanggapi secara impulsif dan penilaian yang kurang dalam pemilihan teman hidup dan gaya hidup.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan korelasi kuat antara pelecehan anak , terutamapelecehan seksual anak , dan perkembangan BPD. Banyak individu dengan BPD melaporkan telah memiliki riwayat penyalahgunaan dan penelantaran sebagai anak-anak muda. Pasien dengan BPD telah ditemukan secara signifikan lebih mungkin untuk melaporkan telah secara verbal, emosional, fisik atau pelecehan seksual oleh pengasuh baik jender . Ada juga kejadian tinggi inses dan kehilangan pengasuh pada anak usia dini untuk orang dengan gangguan kepribadian borderline. Mereka juga lebih mungkin untuk melaporkan memiliki pengasuh (dari kedua jenis kelamin) menyangkal keabsahan pikiran dan perasaan mereka. Mereka juga dilaporkan telah gagal untuk memberikan perlindungan yang dibutuhkan, dan mengabaikan perawatan fisik anak mereka. 
Orang tua (dari kedua jenis kelamin) yang biasanya dilaporkan telah ditarik dari anak secara emosional, dan telah memperlakukan anak tidak konsisten. Selain itu, wanita dengan BPD yang melaporkan riwayat mengabaikan oleh pengasuh wanita dan pelecehan oleh laki-laki pengasuh akibatnya pada risiko secara signifikan lebih tinggi untuk dilecehkan secara seksual oleh noncaregiver (bukan orangtua). Ia telah mengemukakan bahwa anak-anak yang mengalami penganiayaan awal kronis dan lampiran kesulitan dapat terus mengembangkan gangguan kepribadian borderline. 

3. Faktor-faktor perkembangan

Beberapa studi menunjukkan bahwa BPD belum tentu menjadi gangguan trauma-spektrum dan bahwa secara biologis berbeda dari gangguan stres pasca-trauma yang bisa pelopor cluster kepribadian Gejala ini tampaknya berhubungan dengan spesifik pelanggaran, tetapi mereka mungkin terkait dengan aspek lebih gigih lingkungan interpersonal dan keluarga di masa kanak-kanak
Otto Kernberg merumuskan teori kepribadian borderline berdasarkan premis kegagalan untuk berkembang di masa kanak-kanak. Menulis dalam tradisi psikoanalitik, Kernberg berpendapat bahwa kegagalan untuk mencapai tugas perkembangan psikis klarifikasi diri dan lainnya dapat mengakibatkan peningkatan risiko untuk mengembangkan varietas psikosis, sedangkan kegagalan untuk mengatasi hasil pemisahan dalam peningkatan risiko untuk mengembangkan kepribadian borderline.
Penelitian menunjukkan bahwa, daripada memiliki penyebab tunggal, BPD dapat mengembangkan sebagai akibat dari sejumlah faktor yang berbeda. Penelitian telah menemukan bahwa kekerasan baik fisik dan seksual tampaknya menjadi faktor dalam gejala BPD berkembang. Faktor-faktor lain termasuk lingkungan keluarga juga berkontribusi pada perkembangan gangguan ini. ] Bradley et al. menemukan bahwa kedua pelecehan seksual anak (CSA) dan penyalahgunaan masa kanak-kanak fisik baik secara langsung mempengaruhi perkembangan gejala BPD secara langsung dan dimediasi oleh lingkungan keluarga. 
Penelitian lain telah memeriksa apakah efektivitas negatif terkait dengan BPD-yaitu, kecenderungan untuk sering merasa marah, jijik, rasa bersalah, gugup, dan perasaan negatif lainnya-dapat dibantu dengan teknik penindasan berpikir , atau secara sadar berusaha untuk tidak berpikir tertentu pikiran. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penekanan berpikir dimediasi hubungan antara efektivitas negatif dan gejala BPD. Sementara efektivitas negatif secara signifikan diperkirakan gejala BPD, hubungan ini sangat berkurang ketika penindasan berpikir diperkenalkan ke dalam model. Dengan demikian, hubungan efektivitas negatif gejala BPD dimediasi oleh penindasan pikiran. ditemukan bahwa sensitivitas penolakan dan kontrol eksekutif adalah prediktor gejala BPD, dalam kata lain, orang yang sangat cenderung merasa ditolak, dan / atau yang memiliki kontrol emosi yang buruk dan perilaku mereka, lebih mungkin untuk mengembangkan BPD. Faktor lain penulis dipelajari, yaitu kemampuan seorang anak untuk mentolerir menunda kepuasan pada usia 4, tampaknya tidak memprediksi perkembangan lanjutan BPD.
C. SIMPTOM 
1. Gangguan ini secara garis besar memiliki gejala dengan adanya bentuk tidak stabilnya keadaan jiwa, konsep diri dan juga perilaku. Keadaan tidak stabil ini seringkali mengacaukan hubungan dengan keluarga, pekerjaan, harapan jangka panjang, dan identitas seseorang sebagai individu.
3. Paranoid, yaitu penderita akan selalu berfikiran negatif, memandang dirinya buruk, dan self esteem yang rendah pada dirinya sehingga mereka sampai menyakiti diri sendiri jika terdapat persepsi pada dirinya bahwa adanya penolakan dari oranglain. 
4. tidak memiliki citra rasa diri yang baik 
5. adanya impulsiveness, berlebih-lebihan, perubahan suasana hati yang drastic, upaya menyakiti diri sendiri apabila ingin mendapatkan sesuatu. 
6. relasi sosial tidak stabil. Dari yang awalnya mengagungkan seseorang menjadi melecehkan orang tersebut dikarenakan suatu persepsi yang salah sehingga dapat berubah dalam hitungan jam. 
7. perilaku impulsif lain seperti berbelanja dengan sangat boros, mabuk-mabukan dan melakukan hubungan seks yang tidak sehat.
D. PERSPEKTIF
1. Perspektif biologis
Ilmu syaraf mengungkapkan tentang mekanisme otak yang mendasari sikap impulsif, mood yang tidak stabil, agresi, amarah, dan segala emosi negatif pada BPD. Hasil studi menunjukkan bahwa manusia bersikap menyerang secara impulsif dikarenakan terjadi penyumbatan pada sirkuit syaraf yang mengatur emosi. Bagian pada otak tersebut adalah Amigdala yang merupakan bagian penting yang berfungsi atas kontrol emosi negatif pada diri seseorang. Dalam merespon sinyal yang datang dari bagian tengah otak lainnya yang menunjukkan adanya ancaman maka hal tersebut akan menimbulkan perasaan takut dan reaksi. Hal ini akan jauh lebih nyata saat berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan atau stress, sedangkan area yang berada dibagian depan otak merupakan bagian yang berfungsi untuk mengurangi aktfitas dari sirkuit tersebut. berdasarkan hasil penggambaran secara visual dari otak menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara satu individu dengan individu lain dalam kemampuannya menggunakan bagian otak depan saat berhadapan dengan emosi negatif yang terjadi pada dirinya.
Serotonin, norephineprine dan acetylcholine adalah unsur kimia yang menghantar pada sirkuit dalam peran terjadinya kegiatan emosional seperti sedih, marah, cemas dan jijik. Obat yang berfungsi mengurangi kadar serotonin dapat berguna untuk menanggulangi masalah emosional pada penderita BPD. 
2. Perspektif Interpersonal
Penderita adalah orang-orang yang sangat kurang berkembang dalam pandangannya mengenai dirinya sendiri dan orang lain. Awal mulanya yaitu lemahnya relasi mereka dengan orang tua sebagai significant person saat masa kecil. Orang tua membuat anak ketergantungan padanya pada awal kehidupannya, tetapi mendapatkan hukuman pada saat individuasi dalam pemisahan sehingga tidak pernah sungguh-sungguh belajar membedakan pandangannya terhadap orangtua dan orang lain. Jika penderita mempersepsi oranglain menolaknya, maka ia akan melakukan penghukuman terhadap diri. Proses ini mengacu pada terjadinya splitting. Segala macam bentuk distorsi yang mereka alami dalam pikiran dan perasaan mereka akan mendorong terjadinya perubahan berkala dalam tujuan jangka panjang, rencana berkarir, pekerjaan, pertemanan, identitas gender dan nilai. 
3. Perspektif kognitif-behavioral
Persepsi bahwa apabila penolakan terjadi pada dirinya, maka ia akan menghukum dirinya sendiri. Penderita tidak memiliki citra rasa diri yang realistik dan juga tidak memiliki problem solving yang baik. Hal ini berpengaruh pada tingkah laku yaitu penderita akan selalu berfikiran negatif, memandang dirinya buruk, dan self esteem yang rendah pada dirinya sehingga mereka sampai menyakiti diri sendiri. (paranoid)
E. PREVENSI
Tersier
  1. 1. Antidepresan dan neuroleptics
Klarifikasi perasaan penderita, mengkonfrontasikannya terhadap kecenderungan split
image self and other menafsirkan relasi terhadap klien dan terapis (kenberg , 1989). Terdapat kemungkinan munculnya rasa marah kepada terapis dari penderita meskipun sebelumnya penderita menghormati terapis. Terapi ini bermanfaat untuk membentuk klien mengerti sikap defensive dan memiliki batas-batas perilaku yang jelas. . Terapi dengan obat-obatan juga berfungsi dalam menangani beberapa gejala awal tertentu yang ditunjukkan oleh pasien. Obat antidepresan dan obat untuk penstabil mood sangat membantu untuk menghilangkan perasaan depresi dalam diri penderita dan keadaan diri labil yang mereka alami. Serta untuk mengatasi distorsi kognitif pada penderita maka pemberian obat antipsikosis sangatlah membantu.
Sekunder
  1. 2. Dialectical behavioral therapy
Dialectical behavioral therapy. Terapi perilaku dialektis (dialectical behavioral therapy, DBT) dari Linehan. Terapi ini digunakan untuk penderita gangguan kepribadian borderline dan kondisi-kondisi yang melibatkan disregulasi emosional dan impulsivitas. Pelatihan keterampilan ini terdiri atas : mindfulness untuk nonjudgement, regulasi emosional, distress tolerance, dan interpersonal effectiveness. Landasannya yaitu bahwa setiap individu dilahirkan dengan gaya temperamental yang secara emosional rawan, yang dalam interaksinya dengan lingkungan keluarga yang invalid memungkinkan terjadinya disregulasi emosional dan perilaku kekerasan atas diri sendiri. Terapi ini melibatkan keterampilan data, teknik pemecahan masalah, regulasi emosional, dan keterampilan interpersonal, dan lingkungan yang melibatkan terapis dan penderita. 
F. KASUS
Judul film: Girl Interrupted
Tokoh: Winona Ryder sebagai Kaysen Susanna 
Sinopsis
Kaysen Susanna (Winona Ryder), 18 tahun pada bulan April 1967, secara sukarela cek diri ke Rumah Sakit Claymoore setelah overdosis aspirin dan dia tinggal meluas selama lebih dari setahun. Ia menyangkal tuduhan dari banyak bahwa ia mencoba untuk bunuh diri. Perawat dan terapis yang terkejut ketika Susanna mengakui bahwa dia tidak benar-benar ingin pergi ke perguruan tinggi dan ingin menjadi seorang penulis.
Susanna selalu berubah-ubah dalam perasaannya. Ketika ia ditinggal oleh temannya juga ia memikirkan pandangan negative terhadap temannya. Dia berteman dengan sesama pasien Polly Clark (Elisabeth Moss), Georgina Tuskin (Clea Duvall), Daisy Randone (Brittany Murphy), Janet Webber (Angela Bettis), dan Cynthia Crowley (Jillian Armenante) dan bentuk rombongan kecil wanita bermasalah di lingkungannya. Susanna sangat terpesona oleh Lisa Rowe (Angelina Jolie), seorang sosiopat karismatik. Ketika Lisa kembali ke bangsal setelah melarikan diri dia melihat bahwa tempat lama sahabatnya telah diambil oleh Susanna. Dia menuntut untuk mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya, akhirnya menyadari bahwa dia telah bunuh diri. 
Selama kunjungan luar bangsal di sebuah toko es krim di dekatnya, Susanna dihadapkan oleh teman ibunya, seorang istri marah pada Susana karena merebut suaminya dan putrinya. Wanita itu kasar pada Susanna, namun campur tangan Lisa dengan serangan verbal, mengerikan wanita yang lebih tua. Akibatnya, Lisa kehilangan hak istimewa luar.

Mantan pacar Susanna, Tobias "Toby" Jacobs (Jared Leto), datang untuk mengunjunginya. Toby mengungkapkan bahwa ia akan segera menyusun rencana, dan mengundang dia untuk melarikan diri ke Kanada dengan dia. Dia mencoba untuk meyakinkan dia bahwa dia tidak gila dan bahwa perempuan di rumah sakit jiwa tidak benar-benar teman-temannya, tetapi Susanna menolak untuk pergi bersamanya.
Hal ini menunjukkan bahwa Polly mengamati pasangan saat mereka berbicara di luar. Malam itu, ia terbangun menjerit. Para perawat menghapus dan tempat ke dalam kurungan tersendiri untuk menenangkannya, tapi dia terus menangis. Untuk menghiburnya, Susanna mencuri gitar dari ruang musik dan duduk di luar kamar Polly dengan Lisa, menyanyikan "Downtown" oleh Petula Clark. Ketika laki-laki tertib pemberitahuan mereka, Susanna menggoda dia agar dia melaporkan kejadian tersebut. Setelah itu, dua gadis tertidur di luar kamar Polly. Di pagi hari, Valerie Owens, RN (Whoopi Goldberg) melihat dua, berseru bahwa dia sakit tingkah laku mereka dan merujuk mereka ke terapis.
Keesokan paginya, Susanna yang dipanggil ke kantor terapis, di mana ia dianalisis sekali lagi. Susanna memenuhi kepala psikiater, Dr Wick Sonia (Vanessa Redgrave), dan upaya untuk menutup keluar dengan sikap jahat. Sebagai tanggapan, Wick memutuskan untuk mengambil Susanna sebagai pasiennya. Dia didiagnosis dengan gangguan kepribadian borderline. Lisa juga dibawa ke dokter tetapi tidak kembali, dan Susana jatuh ke depresi. Frustrasi dengan ketidakpatuhan Susanna, Valerie melempar dirinya ke dalam bak dingin untuk membangunkannya. Susanna serangan-nya secara lisan.
Lisa kembali, dan dia dan Susanna keluar dari Claymoore. Setelah hitching naik, mereka menghabiskan malam di rumah Daisy baru ini merilis, yang Lisa antagonizes dalam mode biasa. Dia menuduh Daisy berhubungan seks incest dengan ayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa Daisy terus memotong dirinya sendiri. Daisy hang dirinya keesokan harinya. Terpengaruh oleh bunuh diri, Lisa pencarian sakunya dan mengambil uang tunai apapun yang bisa dia temukan dan dengan santai meninggalkan rumah sendiri, tapi malu Susanna tetap berada di belakang ke telepon ambulans dan kemudian kembali ke rumah sakit. Susanna juga mengadopsi kucing Daisy, Ruby, di membangunkannya. Dalam beberapa minggu berikutnya, ia mulai bekerja sama dengan dokter dan merespon terhadap terapi nya, mengekspresikan perasaannya melalui tulisan dan lukisan. Dia dijadwalkan akan dirilis.


Pada saat itu, Lisa tertangkap dan dikembalikan oleh polisi. Setelah belajar tentang rilis Susanna tertunda, Lisa target Susanna untuk ejekan dan pelecehan emosional. Pada malam terakhirnya di Claymoore, Susanna terbangun untuk menemukan Lisa di labirin koridor bawah bangsal, membaca diary Susanna untuk Georgina dan Polly, termasuk semua pikiran pribadi dan komentar dia dibuat tentang warga lainnya, termasuk bagaimana ia berpikir Lisa sudah mati, yang dia akhirnya menyatakan kepadanya. Gadis-gadis lain menyalakan Susanna, dengan Lisa yang sangat kejam. Dalam sengketa berikutnya Lisa mengancam menikam dirinya dengan jarum suntik besar, tetapi kata-kata Georgina melucuti dirinya. Susanna menghadapkan Lisa, mengatakan bahwa dia adalah 'mati' seperti dia 'hati dingin'. Hal ini menempatkan dirinya di jalan menuju pemulihan.
Susanna dilepaskan pada hari berikutnya. Sebelum dia pergi, dia mengunjungi Lisa dan berbicara dengannya lagi, mengatakan bahwa dia akan keluar dan bahwa ia harus datang dan melihatnya. 
G. SUMBER
Buku DSM-IV
Buku Abnormal Psychology, Davidson/Neale fifth edition
https://psikologiabnormal.wikispaces.com/Borderline+Personality+Disorder

Jumat, 18 Maret 2016

BORDERLINE PERSONALITY DISORDER (GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG)

BORDERLINE PERSONALITY DISORDER (GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG)

Disebut dengan kepribadian ambang (borderline) karena berada di perbatasan antara gangguan neurotik dan skizofrenia. Ciri-ciri utama gangguan ini adalah impulsivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan memiliki mood yang selalu berubah-ubah. Contohnya, sikap dan perasaan terhadap orang lain dapat berubah-ubah secara signifikan dan aneh dalam kurun waktu yang singkat. Individu yang mengalami gangguan borderline memiliki karakter argumentatif, mudah tersinggung, sarkastik, cepat menyerang, dan secara keseluruhan sangat sulit untuk hidup bersama mereka.
Perilaku mereka yang tidak dapat diprediksi dan impulsif, boros, aktivitas seksual yang tidak pandang bulu, penyalahgunaan zat, dan makan berlebihan, berpotensi merusak diri sendiri. Mereka tidak tahan berada dalam kesendirian, memiliki rasa takut diabaikan, dan menuntut perhatian. Mudah mengalami perasaan depresi dan perasaan hampa yang kronis, mereka sering kali mencoba bunuh diri.

Gangguan kepribadian borderline bermula pada masa remaja atau dewasa awal, dengan prevelensi sekitar 1 persen, dan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan pada laki-laki.

Etilogi gangguan kepribadian borderline
Penyebab terjadinya gangguan kepribadian borderline antara lain dapat dijelaskan oleh kedua pandangan berikut:

Faktor biologis
Faktor-faktor biologis antara lain disebabkan oleh faktor genetis. Gangguan kepribadian borderline dialami oleh lebih dari satu anggota dalam satu keluarga. Beberapa data menunjukkan adanya kelemahan fungsi lobus frontalis, yang sering diduga berperan dalam perilaku impulsif. Individu dengan gangguan borderline mengalami peningkatan aktivasi amigdala, suatu struktur dalam otak yang dianggap sangat penting dalam pengaturan emosi.

Linehan’s diathesis-stress theory
Menurut teori ini, gangguan kepribadian borderline berkembang ketika individu dengan diatesis biologis (kemungkinan genetis) di mana ia mengalami kesulitan untuk mengontrol emosi, dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang salah (invalidating). Dalam teori ini, diatesis biologis disebut sebagai emotional dysregulation. Sedangkan invalidating experience adalah pengalaman di mana keinginan dan perasaan individu diabaikan dan tidak dihormati; usaha individu untuk mengkomunikasikan perasaannya tidak dipedulikan atau bahkan diberi hukuman. Salah satu contoh ekstremnya adalah kekerasan pada anak, baik secara seksual maupun nonseksual. Dengan kata lain, emotional dysregulation saling berinteraksi dengan invalidate experience anak yang sedang berkembang. Hal itulah yang kemudian memicu perkembangan kepribadian borderline.

Perspektif Psikososial Mengenai Borderline Personality Disorder

a) Psikodinamik
Individu dengan gangguan kepribadian borderline sering kali mengembangkan mekanisme defense yang disebut splitting, yaitu mendikotomikan objek menjadi semuanya baik atau semuanya buruk dan tidak dapat mengintegrasikan aspek positif dan negatif orang lain atau diri menjadi suatu keutuhan. Hal itu menimbulkan kesulitan yang ekstrem dalam meregulasi emosi karena individu borderline melihat dunia, termasuk dirinya sendiri, dalam dikotomi hitam-putih. Bagaimanapun juga, defense ini melindungi ego yang lemah dari kecemasan yang tidak dapat ditoleransi.

Teori ini merupakan teori dari psikoanalisa yang memfokuskan diri pada bagaimana cara anak mengintroyeksikan nilai-nilai dan gambaran yang berhubungan dengan orang-orang yang dianggap penting dalam hidupnya, misalnya orang tua. Dengan kata lain, fokus dari teori ini adalah cara anak mengidentifikasikan diri dengan orang lain di mana ia memiliki emotional attachment yang kuat dengan orang tersebut. Orang-orang yang diintroyeksikan tersebut menjadi bagian dari ego si anak pada masa dewasa, tetapi dapat menimbulkan konflik dengan harapan, tujuan, dan ideal-idealnya.
Teori ini beranggapan bahwa individu bereaksi terhadap dunia melalui perspektif dari orang-orang penting dalam hidupnya pada masa lalu, terutama orang tua atau caregiver. Terkadang perspektif tersebut berlawanan harapan dan minat dari individu yang bersangkutan. Otto kernberg, salah seorang tokoh dalam teori ini menyatakan bahwa pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa kanak-kanak, misalnya mempunyai orang tua yang memberikan cinta dan perhatian secara tidak konsisten (menghargai prestasi anak, tetapi tidak dapat memberikan dukungan emosional dan kehangatan), dapat menyebabkan anak mengembangkan insecure egos (bentuk umum dari gangguan kepribadian borderline).

Beberapa hasil penelitian juga mendukung teori ini. Individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline menyatakan kurangnya kasih sayang dari ibu. Mereka memandang keluarga mereka tidak ekspresif secara emosional, tidak memiliki kedekatan emosional, dan sering terjadi konflik dalam keluarga. Selain itu, mereka biasanya juga mengalami kekerasan seksual dan fisik serta sering mengalami perpisahan dengan orang tua pada masa kanak-kanak.

Bagaimanapun juga, hasil-hasil penelitian tersebut masih belum dapat menyatakan secara jelas apakah pengalaman-pengalaman itu memang hanya dialami oleh mereka dengan gangguan kepribadian borderline saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa individu yang mengalami gangguan kepribadian borderline mempunyai pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan. Namun belum jelas apakah pengalaman tersebut bersifat spesifik bagi gangguan ini.

b) Behavioral
Orang dengan gangguan borderline biasanya dibesarkan oleh pola asuh maladaptive, ditinggalkan pengasuh, dan memiliki trauma abuse saat kecil. Hal ini membuat mereka saat dewasa menjadi haus akan perhatian dan kasih sayang, sangat sensitive, 

c) Cognitive
Pada beberapa kasus, ditemukan pula cara berpikir orang paranoid, yaitu penuh kecurigaan terhadap orang lain. 

d) Humanistic
Orang dengan gangguan borderline cenderung tidak yakin tentang identitas pribadi mereka (nilai, tujuan, karir, dan bahkan orientasi seksual). Ketidakstebilan dalam self-image atau identitas pribadi membuat mereka dipenuhi perasaan kekosongan dan kebosanan yang terus-menerus.

e) Interpersonal
Orang dengan tipe borderline ide ketakutan akan ditinggalkan menjadikan mereka pribadi yang melekat dan menuntut dalam hubungan sosial mereka, namun kelekatan mereka sering kali malah menjauhkan orang-orang di sekitarnya. Tanda-tanda penolakan membuat mereka menjadi sangat marah, yang membuat mereka menjadi lebih jauh lagi. Akibatnya, perasaan mereka terhadap lingkingan menjadi berubah-ubah. Mereka cendreung mamandang orang lain sebagai semua-tentangnya-baik dan semua-tentangnya-buruk, karena berubah-ubah dengan cepat dan ekstrem. 

18032016

ya, aku pikir hanya dia yang meninggalkan ku
bukan, lebih tepatnya mengkhianati kami demi laki-laki lain, membohongi untuk hidup bersama si binatang itu lalu mengusir ku jauh dari rumahnya.
membuang baju ku ke pinggir jalan raya,
menjadikan aku tonton yang sayang untuk diabaikan
lalu tiba-tiba datang untuk meminta maaf atas semuanya.

sedang kalian, aku masih ingin bertahan ketika mereka kecewakan. masih berusaha untuk tidak terpengaruh dengan emosi ku yang kian tak karuan.
meskipun pada akhirnya aku membungkam, bukan berarti aku tak ingin melihat mereka lagi, hanya mungkin aku butuh sedikit waktu untuk mengurai permasalahan yang ada dipikiran.
tapi sedikit saja aku merasa terabaikan, rasa gatal itu kembali meracuni
gatal akan sesuatu yang dengan halus menggores kulit ku
lantas menghasilkan cairan merah yang sangat kusukai

tapi kini sepertinya kalian pun akan melakukan hal yang sama
mengabaikan ku setelah menemukan orang yang kalian anggap spesial
lantas, harus kemana lagi dan siapa lagi yang harus kucari?
entah ini hutan atau samudra, sampai sekarang aku belum menemukan tempat yang bisa kutinggali.
tempat yang bisa membuatku tinggal tanpa harus berpikir dua kali
tempat dimana aku benar bisa bersandar ketika aku sedang sendiri.

Minggu, 13 Maret 2016

psikopat

apa salahnya memiliki pikiran bak seorang psikopat?
aku pikir ini malah lebih baik.
seorang psikopat itu hanya memaksimalkan apa yang orang normal lainnya tak pernah terpikirkan sebelumnya.
mereka berusaha keluar dari sesaknya kerumunan orang yang entah mengantri untuk apa dan sampai kapan.
mereka hanya mencari kesejukan diluar dari panasnya persaingan yang berlangsung sejak ayam saja belum berkokok sampai bulan menggantung diatas kepala.

tidak semua psikopat pembunuh, tidak sedikit dari mereka pure hanya ingin mencari kesenangan.
tidak merugikan siapapun, dan membuat yang lain terluka.
prisip ku, jika tidak bisa memberikan manfaat, setidaknya jangan malah menyusahkan.
jadi, psikopat yang ku maksud bukan mereka yang datang dengan sebilah pisau lalu menyayat tiap kulit orang lain yang dia temui atau orang yang rela mematahkan tangannya demi mendapatkan perhatian.

psikopat ini hanya ingin sejenak bernafas dan beristirahat dari lelahnya berpikir bersama orang mainstream demi melanjutkan kehidupan.
dia hanya orang yang berusaha mencari permainannya sendiri, memainkan pikirannya sendiri, berusaha tersenyum meski darah bercucuran sekalipun.
orang yang sekalipun tidak perduli dengan mereka yang tidak balik perduli.
mereka yang memaksimalkan apa yang mereka sukai ketahap yang orang normal lainnya tidak pernah terpikirkan.

hanya itu.
tidak merugikan orang lain,
tidak membuat yang lain terluka
hanya mencari jalan yang berbeda dari yang lain
hanya itu.

garam asin


"tau apa kamu tentang merawat dan membesarkan seorang anak?"
"ngurus diri sendiri ajah belom bener !"
"coba nikah, terus punya anak biar ngerasain sendiri gimana rasanya mendidik, merawat dan membesarkan seorang anak, baru abis itu kamu ngomong lagi."
merawat? mengurus? membesarkan seorang anak. 
disebuah majelis aku pernah mendengar bahwa anak itu titipan, dan ketika usianya 12 tahun maka orang tua sudah tidak berkewajiban untuk menafkahinya, atau bisa dibilang lewat dari usia itu, orang tua sudah termasuk bersedekah kepada anaknya sendiri.
kala itu aku berpikir, berapa usia ku? sudah sejauh apa aku membantu orang tua ku? apa aku bisa membayar semua yang telah mereka berikan kepada ku dulu?
lalu aku kembali pada pemikiran ku tentang merawat, mengurus dan membesarkan seorang anak, apa arti dari kata-kata diatas? urus menurut KBBI urus adalah rawat; piara; pelihara; atur. mendidik adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. rawat adalah pelihara; urus; jaga. sedangkan membesarkan adalah menjadikan (menyebabkan, menambah) besar; memperbanyak. lantas aku teringat tentang hal yang telah mereka berikan kepada ku selama ini.
apa benar mereka mereka telah benar-benar mendidik, merawat, mengurus dan membesarkan ku atau hanya membayar orang lain untuk melakukan itu semua terlepas dari hal aku hanya seorang anak yang berusaha memberikan opiniku dari pengalaman ku sendiri.

dia dan aku memiliki salah satu orang tua yang sama, apa mungkin dia sudah mengubah cara mendidiknya sejak dia tidak pernah mendidik ku? apa mungkin saat ini dia sudah lebih banya mengurus dan merawat untuk bisa membesarkan anaknya? sepengelihatan ku, sama saja.
jadi apa aku masih harus menjilat garam untuk mengetahui bahwa hasil dari menjilat garam itu sama saja asinnya. atau mungkin ada cara lain untuk menjilat garam agar rasanya terasa lebih hambar.
ahahhahah... lucunya hidup ini.

Jumat, 11 Maret 2016

setia

mungkin perjuangan atau pengorbanan yang aku lakukan belum ada seujung kuku pun dibanding dengannya. untuk itu aku tidak pernah mengerti apa arti kesetiaan.
seja kecil aku hidup dengan pengkhianatan yang terjadi disekitar ku, hanya takdir kesendirian yang tidak pernah mengkhianati.
pengkhianatan mamah terhadap ayah, aku dan adik ku.
teman-teman sekolah, bahkan karyawan ayah terhadap keluarga ku.
untuk itu, sekalipun aku tak pernah mengerti apa itu setia terhadap sesuatu, yang aku tau, apapun mungkin saja dilakukan untuk mendapatkan apa yang kita mau. ya, begitulah aku didik sejak dulu.

sampai sekarang pun, aku masih bertanya dimana letak kesetiaan dari sebuah hubungan.
apa aku harus mengungkapkan jati diri ku yang sebenarnya dulu kepada mereka, meliat siapa yang masih tersisa untuk bertahan dengan ku, untuk mengetahui siapa yang setia dan hanya ingin memanfaatkan ku saja? apa perlu semua itu aku lakukan?

rahasia yang sejak TK aku pendam sendiri, haruskah aku mengetes mereka untuk menemukan orang yang benar bisa setia terhadapku?
hah ! bodoh ! nama ada yang bisa meneriama aib terburuk mu itu.

lirik lagu opening noblesse (opening noblesse song lyric)

Bureowo oneun jageun baram sorie
Heundeulrineun namut gaji sorie
Nae sounanui jageun somang
Han jumui morae al cheorom heuteojyeo
Jigeum naega bara boneun sesang gwa
Kkum soge mannanddo dareul sesang
Eotteon gosi jinsirinji
Alsueobneun eodi jjume nahollo

Reff :
Noege jageun eotteon geotdeuri
Naega neomunado keun kkumdeurirangeol algoinneunji
Noemuna naege meolliinneundae
Dagagamyeon galsurok
Jakku naege meoreojyeomanganeun geotdeul jabeulsu eobseo
Ijeneun naemame gwo giuryeo
Breath then listen to my sad

Meoreojyo gan sonddae mudeun kkumdeuldo
Bangbokhaedo naege natson sarangdo
Irwojil su eobtdaneun geol
Wimyeonhan cahegeureul chaja jakku georeoga


Gong Bo Kyeong

kalender enna


jam kuu

Cuteki kawaii

Blogger news

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

my dotta